Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:20 WIB
Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan

Banjir yang melanda jalur kereta di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, benar-benar mengacaukan perjalanan. PT KAI terpaksa membatalkan 82 perjalanan kereta, baik penumpang maupun barang. Penyebabnya? Kombinasi tanggul jebol dan air pasang yang bikin kondisi jadi runyam.

Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir jadi biang kerok utama. "Memang cuaca ekstrem akhir-akhir ini dalam 2-3 hari ini menyebabkan pembatalan, keterlambatan di perjalanan kereta kita," ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Ia merinci, "Jadi yang terdampak itu ada 82 kereta penumpang, kemudian ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, dan kemudian juga ada sekitar 76 kereta yang mengalami keterlambatan."

Gangguan ini berawal di sekitar Stasiun Kaliwungu dan Kalibodri. Upaya perbaikan sempat dilakukan, dengan mengangkat rel dan menebar balas. Tapi malam harinya, kondisi malah makin parah. Dua sungai yang mengapit jalur meluap, membuat kawasan antara Stasiun Pekalongan dan Sragi terendam.

"Itu menyebabkan jalur itu terendam banjir," ungkap Bobby.

Yang menarik, kejadian seperti ini disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya, air dari hulu bisa mengalir lancar ke laut. Namun kali ini beda. Jebolnya tanggul bertepatan dengan air pasang, sehingga aliran air macet dan menggenangi rel.

"Tapi kali ini itu adalah bertepatan dengan ada tanggul yang jebol dan juga air pasang terjadi. Pasang terjadi juga sehingga air luncuran air dari atas itu tidak cepat bisa turun ke bawah," jelasnya.

Di sisi lain, ada kabar baik. Jalur yang terendam kini sudah bisa dilalui lagi. Meski begitu, untuk keamanan, kereta masih harus melaju dengan kecepatan terbatas. "Pada saat ini kami sudah melakukan operation recovery di jalur itu dan sampai saat ini memang sudah bisa dilewati, ya, walaupun dengan pembatasan kecepatan," kata Bobby.

Soal penanganan jangka panjang, Bobby menyebut koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait sudah dilakukan sejak pagi. Tujuannya, merancang perbaikan permanen. Langkah lanjutan akan segera dijalankan mulai Senin (19/1), terutama untuk titik-titik rawan atau daerah dalam pengawasan khusus (dapsus) di Daop 4.

"Besok kami akan tindak lanjuti segera untuk supaya kita bisa memitigasi dan melakukan perbaikan permanen di dapsus-dapsus, daerah dalam pengawasan khusus, di Daop 4 ini," tegas dia.

Untuk penumpang yang terdampak, KAI mengambil sejumlah langkah. Mulai dari percepatan pemulihan jalur, layanan pemulihan bagi penumpang, hingga tak ketinggalan, pengembalian dana untuk tiket yang dibatalkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar