Sebuah pohon di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, tiba-tiba raib. Yang tersisa cuma pangkal batangnya. Camat setempat, Mustofa Thohir, angkat bicara soal kasus penebangan liar ini. Menurutnya, pelakunya diduga oknum aparatur sipil negara dari Bina Marga.
"Sepertinya dilakukan oleh staf BM (Bina Marga) dan saat ini sudah di TL (tindak lanjut) tingkat kota,"
kata Mustofa, Rabu lalu.
Dia menjelaskan, pohon yang tumbang itu jelas-jelas aset Pemprov DKI. Lokasinya pun persis di tepi jalan raya. "Ya kalau pohon kan pinggir jalan semuanya punya DKI. Itu kelihatan banget di pinggir jalan," ujarnya. Bahkan, menurut Mustofa, pohon-pohon yang letaknya agak ke dalam pun masih dalam pengawasan pemerintah daerah.
Namun begitu, motif di balik penebangan itu masih gelap. Mustofa mengaku belum mengetahuinya. Tapi ada firasatnya.
"Belum tahu kita. Kita tanya pertama siapa dulu pelakunya, kita belum sampai ke situ (motif). Tapi kayaknya sudah menghadap ke sana dia. Kalau saya sih curiganya ada permintaan dari siapa di situ,"
imbuhnya. Dia belum bisa memastikan lebih lanjut.
Begitu kabar penebangan ilegal itu sampai, pihak kecamatan langsung bergerak. Mereka mengecek ke dua instansi yang kemungkinan besar terlibat: Satpel Bina Marga dan Satpel Taman. Alasannya sederhana. "Yang punya mesin potong itu enggak ada lain cuma dua doang, kan gitu kita bilang," tutur Mustofa.
Pendekatannya langsung. Mereka kirim pesan lewat WhatsApp untuk memastikan. "Kalau Satpel Taman sudah menghadap, kita "yakinin" dia enggak. Tapi pas Satpel dari Bina Marga, 'Izin Pak saya menghadap'. Ya sudah kita 'dedes' (interogasi) dia,"
cerita Camat itu menggambarkan proses pemeriksaan.
Artikel Terkait
BPJPH Belajar Tata Kelola Lab ke BPOM untuk Perkuat Sertifikasi Halal
Putra Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Jadi Kepala DLH
TVRI Buka Pendaftaran Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Bareskrim Bongkar Aliran Rp 124 Miliar Narkoba Disamarkan Sebagai Amal dan DP Mobil