Video Viral Tuding Bupati Usir Pengungsi, Pemerintah Bantah dan Jelaskan Kronologi Sebenarnya

- Selasa, 13 Januari 2026 | 12:20 WIB
Video Viral Tuding Bupati Usir Pengungsi, Pemerintah Bantah dan Jelaskan Kronologi Sebenarnya

Sebuah video yang menyayat hati beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, sejumlah warga yang mengaku korban bencana alam di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyatakan mereka diusir dari tempat pengungsian. Klaim mereka cukup mengejutkan: yang melakukan pengusiran disebut-sebut adalah Bupati setempat.

Pria yang merekam video itu terdengar emosional. Suaranya lantang di tengah malam.

"Malam ini kami dapat keluhan dari masyarakat Tapteng yang terdampak bencana. Katanya, mereka diduga diusir oleh Bupati kita, Bapak Masinton Pasaribu," ujarnya, Selasa (13/1/2026) lalu.

Namun begitu, kabar itu langsung dibantah keras oleh Pemkab Tapteng. Mereka menegaskan cerita dalam video itu tidak benar adanya.

Basyri Nasution, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapteng, tampil menjelaskan. Ia memastikan Bupati sama sekali tidak pernah mengusir para pengungsi. "Kami minta masyarakat jangan gampang terpancing informasi yang sumbernya tidak jelas," ungkap Basyri, seperti dikutip dari unggahan resmi pemkab.

Menurut penjelasan resmi, ceritanya agak berbeda. Beberapa hari sebelumnya, pemkab dapat laporan ada warga mengungsi di GOR Pandan. Setelah dicek, ternyata mereka bukan korban terdampak bencana. Langkah pun diambil. Pemkab turun melakukan pendataan, berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan.

Hasilnya? Ternyata memang ada beberapa keluarga yang rumahnya sebenarnya sudah bisa ditinggali lagi. "Rumah mereka sudah dibersihkan dan dinyatakan layak huni," tutur Basyri. Alhasil, mereka pun dikembalikan ke rumah masing-masing. Sebelum pulang, mereka tetap mendapat bantuan logistik berupa paket sembako sebagai bentuk perhatian.

Jadi, menurut pihak berwenang, ini bukan soal pengusiran. Ini lebih ke proses penertiban dan pemulihan kondisi pascabencana. Meski begitu, video yang penuh tudingan itu tetap saja memantik pertanyaan dan simpati publik.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar