Kalau liburan tiba, Taman Margasatwa Ragunan selalu ramai. Tak heran, momen seperti ini dimanfaatkan betul oleh para pedagang musiman yang berdatangan.
Salah satunya adalah Dede, seorang perempuan 45 tahun asal Cikarang. Sudah sepuluh tahun ia turun ke Ragunan hanya saat liburan, berjualan tikar. "Udah lama pokoknya," katanya. "Sejak anak saya masih SMP, sekitar sepuluh tahunlah. Rumah di Cikarang, tapi kerja di sini. Cuma musiman aja."
Percakapan itu terjadi pada suatu Minggu di awal Januari.
Menurut Dede, suaminya lah yang berjualan tikar di Ragunan setiap hari. Ia sendiri memilih untuk ikut hanya di waktu-waktu tertentu. Alasannya sederhana: membantu memenuhi kebutuhan keluarga. "Iya, sama suami jualan tikar, tapi tempatnya beda," ujarnya. "Ramai atau sepinya ya tergantung pengunjung. Ini semua karena kebutuhan, mau bantu suami."
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Terancam Rp 2,1 Triliun di Kasus Korupsi Laptop Sekolah
Eddy Hiariej Buka Suara: Tiga Jenis Penangkapan di KUHAP Baru Tak Perlu Izin Hakim
Eddy Hiariej Bantah Isu Polisi Superpower, Klaim KUHAP Baru Beri Kepastian Hukum
Setelah Banjir Terus Menerjang, 200 Santri di Bali Bertahan Belajar Tanpa Meja dan Buku