"Mereka menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan STC," begitu bunyi laporan resmi dari kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
Al-Maliki menegaskan, karena dinilai berbahaya dan memicu eskalasi, Angkatan Udara koalisi pun mengambil tindakan. "Operasi militer terbatas pagi ini menargetkan persenjataan dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal," jelasnya.
Persenjataan itu diduga kuat akan dikirim untuk memperkuat kelompok separatis STC di wilayah Hadramaut dan al-Mahrah. Kelompok ini, yang didukung UEA, punya ambisi besar: menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang merdeka. Belakangan, mereka berhasil merebut banyak wilayah dari pasukan pemerintah.
Di sisi lain, posisi Saudi cukup jelas. Koalisi pimpinan mereka telah memperingatkan akan mendukung pemerintah Yaman jika terjadi konfrontasi militer dengan para separatis. Saudi bahkan mendesak STC untuk mundur secara damai dari provinsi-provinsi yang baru mereka kuasai.
Namun begitu, dengan serangan yang semakin kerap dan korban yang terus berjatuhan, jalan damai tampaknya masih jauh dari kenyataan. Situasi di lapangan justru makin panas dan runyam.
Artikel Terkait
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes