Pernyataan keras datang dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, tak ragu menuding Ukraina sebagai dalang di balik apa yang disebutnya 'serangan teroris' terhadap warga sipil. Sampai berita ini diturunkan, pihak Ukraina sendiri masih bungkam, belum memberikan komentar apa pun.
Lokasi serangan, Desa Khorly, punya catatan geografis yang unik. Ia terletak di sebuah semenanjung di tepi Laut Hitam dan sudah direbut Rusia sejak awal invasi mereka pada Februari 2022.
Namun begitu, peta kekuasaan di Kherson sempat berubah. Di musim gugur tahun yang sama, tentara Ukraina melakukan serangan balasan yang cukup sukses. Mereka merebut kembali sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota regionalnya.
Sejak saat itulah, Sungai Dnieper menjadi garis depan yang berbahaya. Kedua belah pihak saling serang dengan drone, dan korban sipil seringkali menjadi taruhannya. Situasinya makin panas dan tak menentu dari hari ke hari.
Artikel Terkait
446 Personel Brimob Kembali dari Papua, 41 Diantaranya Dianugerahi Pin Emas Kapolri
Tragedi Malam Tahun Baru di Crans Montana: 40 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Bar
Monas Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung Saat Libur Tahun Baru 2026
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan