Pernyataan keras datang dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, tak ragu menuding Ukraina sebagai dalang di balik apa yang disebutnya 'serangan teroris' terhadap warga sipil. Sampai berita ini diturunkan, pihak Ukraina sendiri masih bungkam, belum memberikan komentar apa pun.
Lokasi serangan, Desa Khorly, punya catatan geografis yang unik. Ia terletak di sebuah semenanjung di tepi Laut Hitam dan sudah direbut Rusia sejak awal invasi mereka pada Februari 2022.
Namun begitu, peta kekuasaan di Kherson sempat berubah. Di musim gugur tahun yang sama, tentara Ukraina melakukan serangan balasan yang cukup sukses. Mereka merebut kembali sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota regionalnya.
Sejak saat itulah, Sungai Dnieper menjadi garis depan yang berbahaya. Kedua belah pihak saling serang dengan drone, dan korban sipil seringkali menjadi taruhannya. Situasinya makin panas dan tak menentu dari hari ke hari.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen