Di Pelalawan, Senin kemarin, suasana rapat koordinasi terasa cukup tegang. Pimpinan rapatnya bukan sembarangan: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihanto. Mereka duduk bersama membahas persoalan pelik yang sudah mengakar di Taman Nasional Tesso Nilo. Intinya, bagaimana menyelesaikan masalah ini tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.
Irjen Herry, atau yang akrab disapa Herimen, langsung menekankan satu hal. Menurutnya, persoalan Tesso Nilo ini jauh lebih rumit dari sekadar pelanggaran hukum biasa. Ada dimensi sosial dan keadilan yang harus benar-benar dipertimbangkan. Bagaimanapun, secara historis, masyarakat sudah puluhan tahun hidup di kawasan primer dan sekunder taman nasional itu.
Nah, untuk itu, kolaborasi jadi kunci. Herimen meminta Polri dan TNI untuk meningkatkan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Pemda, terutama Pemkab Pelalawan. Kerja samanya harus terpadu, dan yang penting, berkelanjutan. Tidak bisa asal selesai saat itu saja.
Menyambut tahun 2026, Kapolda ini sudah menyiapkan instruksi tegas. Dia minta jajarannya menyusun time line yang komprehensif. Rencana detailnya akan dibongkar pas rapat kerja pertama nanti.
Di sisi lain, Herimen menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan solusi. Poin krusialnya adalah wacana relokasi. Tapi jangan salah, relokasi yang dimaksud sama sekali bukan bersifat memaksa.
Artikel Terkait
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon
Swedia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Polandia 3-2 dalam Drama Play-off