"Ini yang rupa-rupanya di antara sekian banyak kebencanaan ini yang lebih ringan. Kedua, keuskupan Sibolga itu di Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara, itu yang paling parah, paling atau sangat parah. Lalu Aceh, itu termasuk keuskupan Medan," terang Suharyo merinci kondisi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Di sisi lain, upaya tak hanya berhenti pada pengumpulan dana. Ketua KWI sendiri disebutkan telah berangkat ke Sumatera untuk memantau langsung kerja lapangan Caritas Indonesia di sana.
Bahkan, relawan lain juga sudah bergerak lebih cepat.
"Tim-tim, beberapa tim, bahkan Romo Suyati dari LDD, Lembaga Daya Dharma di sini, kemarin sudah pergi ke sana untuk melihat kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa dijalankan untuk membantu saudara-saudara kita itu," imbuh Kardinal Suharyo. Langkah ini menunjukkan keseriusan mereka untuk turun tangan, melihat situasi di lapangan dengan mata kepala sendiri sebelum menentukan bentuk bantuan yang paling tepat.
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah AI hingga Konten Digital dalam Subsektor Ekonomi Kreatif
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas