"Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu,"
ujar Trump ketika ditanya tentang maksud ancaman dari Washington.
Dia menambahkan dengan nada mengingatkan, "Jika dia ingin melakukan sesuatu, jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras."
Serang-menyerang lewat pernyataan ini jelas memperuncing hubungan kedua negara. Situasinya seperti bara dalam sekam, siap menyala kapan saja. Kedua pemimpin tampaknya sama-sama enggan mengalah, saling melempar peringatan yang membuat dunia internasional ikut menahan napas.
Artikel Terkait
Pria Lansia di Banjarmasin Tewas Ditusuk Diduga oleh Adik Iparnya
Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
Harga Minyak Anjlok Usai Pernyataan Lunak Presiden Iran
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali