Polisi kembali menggerebek tempat pengoplosan elpiji bersubsidi di Cileungsi, Bogor. Kali ini, sebuah kontrakan di Desa Cileungsi Kidul jadi sasaran. Pelakunya sendiri masih kabur dan sedang diburu.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengonfirmasi penggerebekan itu terjadi Minggu malam lalu. "Betul, kegiatannya tadi malam," ujarnya.
Menurut Edison, yang ditangani adalah dugaan penyalahgunaan gas subsidi ukuran 3 kilogram yang dioplos ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang masuk pada Sabtu malam sebelumnya.
"Saat didatangi, polisi mendapati proses pengoplosan gas elpiji sedang berlangsung di dalam kontrakan," jelasnya.
Rupanya, operasi ilegal ini memanfaatkan tiga petak kontrakan kosong yang letaknya berdekatan. Masing-masing punya peran khusus. Satu unit jadi tempat proses pengoplosan berlangsung. Kontrakan sebelahnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan hasil oplosan.
Yang menarik, unit ketiga dipakai untuk membuat es batu. Di dalamnya ditemukan lima kulkas dan mesin freezer.
"Jadi tiga kontrakan itu, satu kontrakan yang tengah untuk proses pengoplosan, satu untuk menyimpan hasil. Kemudian satu kontrakan sebelahnya itu untuk membuat es batu," papar Kompol Edison lebih rinci pada Senin (22/12/2025).
Dari penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti yang jumlahnya tak sedikit: 456 tabung gas dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk mengoplos. Suasana malam di perumahan kontrakan itu pasti ricuh saat petugas mendobrak masuk.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan. Para pelaku utama belum tertangkap.
"Saat ini para pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kita akan terus melakukan pendalaman guna mengungkap dan menangkap pelaku penyalahgunaan gas bersubsidi tersebut," tegas Edison.
Praktik seperti ini jelas merugikan. Bukan cuma negara, tapi juga masyarakat yang seharusnya mendapat haknya mengakses gas bersubsidi dengan harga terjangkau.
Artikel Terkait
HUT ke-18 Gerindra Dirayakan Sederhana di Rumah Prabowo, Fokus pada Solidaritas Sosial
Polda Metro Jaya Selamatkan Empat Balita Korban Perdagangan Orang ke Sumatera
Kapolri Bahas Optimalisasi Perlindungan Buruh Perempuan dan Penyelesaian Masalah Industrial dengan KSBSI
Transformasi Digital Pendidikan Terganjal Kesenjangan Internet di Daerah 3T