Hujan tak henti-hentinya mengguyur Kabupaten Serang selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya, Rabu malam lalu, air mulai merayap masuk ke permukiman warga. Laporan terbaru dari BPBD Provinsi Banten menyebutkan, setidaknya enam desa di tiga kecamatan terendam banjir. Ratusan keluarga pun harus berhadapan dengan genangan air yang datang tiba-tiba.
Menurut data yang dihimpun, ada 695 kepala keluarga atau sekitar 2.125 jiwa yang terdampak. Di antara mereka, terdapat 108 lansia dan 133 anak balita. Sampai saat ini, untungnya belum ada laporan korban luka, baik ringan maupun berat. Meski begitu, situasinya tetap mengkhawatirkan.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, menjelaskan penyebabnya. "Banjir ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung dari pagi sampai malam," ujarnya, Kamis (18/12).
Akibatnya, dua sungai utama di wilayah itu, Cidanau dan Cikalumpang, tak mampu lagi menampung air. Alirannya meluap dan membanjiri pemukiman di sekitarnya.
Genangannya bervariasi, mulai dari yang hanya setinggi mata kaki hingga yang nyaris mencapai pinggang orang dewasa, kisaran 20 sampai 120 sentimeter. Jalan-jalan pun terputus, menghambat akses menuju lokasi. Tak cuma rumah warga, beberapa fasilitas umum seperti masjid dan madrasah juga ikut tergenang.
"Sekarang di Desa Citasuk air sudah mulai surut," kata Lutfi menambahkan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka