Dia menyebut, sebagian warga memilih mengungsi sendiri ke rumah kerabat yang lebih aman. Tapi, banyak juga yang bertahan. Mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah meski terendam. Bagi sebagian, banjir seperti ini sudah jadi 'langganan' tahunan.
Di sisi lain, upaya penanganan di lapangan ternyata tidak mudah. Tim BPBD menghadapi sejumlah kendala serius. Mulai dari akses jalan yang terputus, cuaca yang masih tak menentu, hingga keterbatasan sarana dan kendaraan operasional.
Menyikapi hal itu, beberapa rekomendasi pun diajukan. Status Siaga Darurat bisa saja ditingkatkan jadi Tanggap Darurat, tergantung perkembangan di lapangan. Yang tak kalah penting adalah pemenuhan kebutuhan mendesak para korban.
"Mereka butuh bantuan segera, seperti terpal, makanan siap saji, sembako, dan alas tidur," jelas Lutfi.
Evakuasi memang lebih diutamakan untuk kelompok rentan, terutama para lansia. Namun realitanya, pilihan akhir tetap berada di tangan warga sendiri. Ada yang pergi, lebih banyak lagi yang memilih bertahan, menghadapi banjir yang sudah terlalu sering mereka kenal.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka