Arab Saudi secara resmi mengutuk keras insiden berdarah di Pantai Bondi, Sydney. Pemerintah Kerajaan dengan tegas menyebutnya sebagai aksi teroris. Pernyataan itu langsung disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri mereka.
“Kerajaan menegaskan pendiriannya terhadap semua bentuk kekerasan, terorisme, dan ekstremisme,” begitu bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari Al Arabiya, Senin lalu.
“Belasungkawa tulus kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah serta rakyat Australia, dan mendoakan agar para korban luka segera pulih,” imbuh kementerian tersebut.
Peristiwa mengerikan itu terjadi Minggu sore, mengacaukan perayaan Hanukkah yang seharusnya penuh sukacita. Menurut laporan terakhir, korban tewas mencapai 15 orang. Puluhan lainnya terluka, suasana panik langsung menyergap kawasan wisata populer itu.
Dua pria bersenjata didalangi penembakan massal ini. Satu pelaku tewas di tempat, sementara yang lainnya kini dalam kondisi kritis di rumah sakit. Polisi Australia sudah mengidentifikasi mereka: Sajid Akram (50 tahun) dan anak laki-lakinya, Naveed (24 tahun).
Mereka yakin tidak ada pelaku lain yang terlibat.
Di sisi lain, korban luka masih terus berjuang. Otoritas Kesehatan New South Wales melaporkan 27 orang masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit Sydney. Angka ini turun dari laporan awal yang menyebut 42 korban sempat dilarikan ke rumah sakit.
Pantai Bondi, yang biasanya ramai dengan turis dan peselancar, kini sunyi oleh duka. Investigasi masih terus berlanjut untuk mengungkap motif di balik serangan yang mengguncang Australia ini.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi