Enam Relawan Gadungan Raup Rp 1,5 Juta Sehari dari Donasi Palsu

- Jumat, 05 Desember 2025 | 15:15 WIB
Enam Relawan Gadungan Raup Rp 1,5 Juta Sehari dari Donasi Palsu

Enam orang diamankan di Makassar. Mereka adalah oknum relawan dari Komunitas Bunga Jaya Pedili yang diduga menggalang dana sumbangan palsu. Yang mencengangkan, dalam sehari saja, aksi mereka bisa meraup hingga Rp 1,5 juta.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Makassar, Zuhur dg Ranca, mengonfirmasi penangkapan itu.

"Itu sekitar 6 orang kayaknya," katanya, Jumat (5/12/2025).

Operasi penertiban dilakukan pada Kamis sore lalu. Lokasinya di sekitar Flyover Jalan Urip Sumoharjo. Tim gabungan yang turun tangan melibatkan Dinsos, Satpol PP, dan aparat kepolisian.

Menurut Zuhur, tindakan mereka jelas masuk kategori pungutan liar atau pungli. Alasannya sederhana: tidak ada bukti penyaluran dana sama sekali.

"Mereka mendapatkan penghasilan dari situ. Berdasarkan asesmen, nilai punglinya bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari," ungkapnya tegas.

Modusnya cukup menyentuh, dan mungkin itu yang bikin banyak orang terkecoh. Mereka mengaku mengumpulkan donasi untuk membantu warga yang sakit keras dan butuh biaya pengobatan. Sayangnya, setelah diperiksa, uang itu sama sekali tidak sampai ke tangan keluarga pasien.

"Tidak ada bukti penyaluran. Hasil asesmen kami menunjukkan hal itu. Makanya kami beri peringatan keras," ucap Zuhur.

Bukan Aksi Dadakan

Yang lebih mengkhawatirkan, aksi komplotan ini ternyata bukan hal baru. Mereka sudah beroperasi cukup lama, mengais rezeki dari rasa iba orang lain.

"Katanya sudah jalan sekitar 3 tahun," tutur Zuhur mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan itu.

Bayangkan, dalam kurun waktu selama itu, berapa banyak uang yang berhasil mereka kumpulkan secara tidak benar. Aksi mereka akhirnya terbongkar, memberi pelajaran untuk kita semua agar lebih hati-hati dan teliti sebelum menyumbang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler