Gudang Material di Citereup Ludes Dilahap Api, Tiner dan Karbit Picu Kobaran Hebat

- Selasa, 25 November 2025 | 22:35 WIB
Gudang Material di Citereup Ludes Dilahap Api, Tiner dan Karbit Picu Kobaran Hebat

Malam itu, langit di sekitar Citereup, Bogor, terlihat jingga. Suara sirine menderu memecah kesunyian. Sebuah gudang material toko bangunan dilalap si jago merah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi kejadian ini. Ia dan timnya sudah berada di lokasi sejak kejadian dilaporkan.

"Betul, objek terbakar gudang material toko bahan bangunan. Lokasinya di Desa Sanja, Kecamatan Citereup. Kami masih melakukan proses pemadaman," ujar Yudi, ketika dihubungi Selasa (25/11/2025) malam.

Menurutnya, laporan pertama dari warga masuk sekitar pukul 19.20 WIB. Cukup cepat, respon pun dilakukan. Tak tanggung-tanggung, enam unit armada pemadam dikerahkan untuk menaklukkan kobaran api.

Lokasi kejadian sendiri cukup riskan. Gudang itu dikepung pemukiman padat penduduk. Di belakangnya, ada sebuah bangunan sekolah. Untungnya, upaya pelokalisasian berjalan efektif.

"Alhamdulillah api tidak menyambar ke bangunan lain. Kita langsung lokalisir, jadi tidak merembet ke luar," tambah Yudi, lega.

Soal susunan armada, ia merincikan dari mana saja bantuan datang. "Unit yang kita turunkan ada enam. Tiga water supply, lalu tiga unit tempur dari Sektor Citereup, Sektor Cibinong, dan Posdam Bigland," imbuhnya.

Api yang berkobar besar ternyata dipicu oleh isi gudang itu sendiri. Bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tiner dan karbit, membuat si jago merah sulit dijinakkan. Meski begitu, situasi perlahan bisa dikendalikan.

"Kondisi saat ini api sudah mulai dikuasai. Memang masih ada yang menyala, tapi sudah jauh lebih baik. Kesulitan utama ya karena ada tiner dan karbit tadi, jadi apinya cepat sekali membesar," jelas Yudi.

Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun begitu, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Semuanya masih dalam proses penyelidikan sementara tim fokus memastikan api benar-benar padam.

"Alhamdulillah korban nihil. Untuk penyebab, kita belum bisa memastikan. Masih proses penanganan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar