Kiai Sepuh NU Gelar Pertemuan Darurat di Lirboyo, Gus Yahya Tak Mundur

- Senin, 24 November 2025 | 04:50 WIB
Kiai Sepuh NU Gelar Pertemuan Darurat di Lirboyo, Gus Yahya Tak Mundur

Suasana di Gedung PBNU Jakarta pada Minggu malam itu cukup tegang. Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, akhirnya angkat bicara. Menurutnya, para kiai sepuh Nahdlatul Ulama akan segera menggelar pertemuan penting. Lokasinya sudah ditentukan: Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.

Pertemuan ini digagas untuk menjawab berbagai polemik yang belakangan menghangat di internal organisasi. "Masih ada otoritas moral yang lebih kuat di NU, yaitu para kiai sepuh," ujar Gus Yahya di hadapan wartawan.

Ia menyebut sejumlah nama besar. Sebut saja Kiai Nurul Huda Djazuli dari pelosok, lalu Kiai Anwar Manshur dari Lirboyo, dan Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten. "Mereka semua bersepakat untuk segera mengadakan pertemuan yang akan dihadiri sesepuh ulama NU. Acara ini nantinya akan dituanrumahi oleh Pondok Pesantren Lirboyo," tambahnya.

Namun begitu, soal waktu pelaksanaannya masih belum jelas. "Kita masih menunggu komunikasi lebih lanjut di antara beliau-beliau untuk menetapkan waktunya. Yang pasti, tempatnya sudah disepakati, yaitu di Pondok Pesantren Lirboyo," jelas Gus Yahya.

Di sisi lain, PBNU sendiri baru saja menggelar silaturahim alim ulama. Dari pertemuan itu, muncul kesepakatan bulat bahwa Gus Yahya tidak akan mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum PBNU.

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, dalam jumpa pers terpisah juga menegaskan hal serupa. "Sudah disepakati bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan sampai akhir periode, yang kurang lebih masih satu tahun lagi menuju Muktamar. Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri. Semua sepakat dan akan bergerak 100 persen," tegasnya.

Wacana pemakzulan Gus Yahya sendiri mencuat setelah Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU memintanya mengundurkan diri. Isu ini kian panas setelah risalah Rapat Harian Syuriah PBNU beredar luas.

Rapat harian syuriah itu sendiri digelar pada Kamis (20/11) di Hotel Aston City Jakarta. Dari 53 pengurus harian syuriah, 37 orang hadir. Risalah rapat tersebut ditandatangani langsung oleh pimpinan rapat, KH Miftachul Akhyar, yang juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar