Nigeria Berduka: 315 Siswa dan Guru Lenap dalam Serangan Sekolah Kedua

- Sabtu, 22 November 2025 | 16:45 WIB
Nigeria Berduka: 315 Siswa dan Guru Lenap dalam Serangan Sekolah Kedua
Penculikan Massal di Sekolah Nigeria

Krisis Pendidikan dan Keamanan di Nigeria

Sekali lagi, Nigeria diguncang aksi penculikan massal yang memilukan. Kali ini, sebanyak 315 siswa dan guru menjadi korban dari sebuah serangan di sekolah Katolik. Peristiwa ini adalah yang kedua dalam rentang waktu satu pekan terakhir, dan tentu saja semakin menambah daftar panjang kekhawatiran tentang situasi keamanan di negara terpadat di Afrika itu.

Menurut laporan, keributan dimulai ketika sekelompok pria bersenjata menerobos masuk ke St Mary School di negara bagian Niger. Kejadiannya pada Jumat dini hari, saat suasana masih gelap dan sunyi. Awalnya, korban yang dilaporkan diculik hanya puluhan orang. Tapi angkanya ternyata jauh lebih besar.

Asosiasi Kristen Nigeria kemudian mengeluarkan pernyataan resmi. Setelah melalui proses verifikasi, mereka mengonfirmasi angka yang sungguh mencengangkan: 315 orang.

"Jumlah total korban yang diculik ... sekarang menjadi 303 siswa dan 12 guru,"

Bayangkan saja, hampir separuh dari total 629 siswa yang terdaftar di sekolah itu lenyap dalam satu malam. Situasinya benar-benar kacau.

Di sisi lain, respons pemerintah setempat cukup cepat. Pemerintah negara bagian Niger memutuskan untuk menutup banyak sekolah. Tidak hanya di Niger, otoritas di negara bagian tetangga seperti Katsina dan Plateau ikut mengambil langkah serupa. Semua sekolah diperintahkan tutup, sebuah langkah pencegahan yang mungkin diperlukan tapi juga memprihatinkan.

Yang jadi persoalan, ini bukan kasus pertama. Baru beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Senin lalu, sebuah sekolah menengah di negara bagian Kebbi mengalami nasib serupa. Sebanyak 25 siswi hilang di sana. Polanya sama, modusnya mirip. Sepertinya ada pola yang berulang dan mengkhawatirkan di sini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar