Kronologi Pembuangan Korban Penculikan Bankir Jakarta di Lahan Kosong Bekasi
Kasus penculikan terhadap seorang kepala cabang bank di Jakarta, Ilham Pradipta (37), terungkap lebih detail melalui rekonstruksi yang digelar Polda Metro Jaya. Korban mengalami penganiayaan sebelum akhirnya dibuang di sebuah lahan kosong di wilayah Bekasi dengan kondisi yang memprihatinkan.
Pemindahan Korban dan Awal Penganiayaan
Rekonstruksi mengungkapkan bahwa korban semula berada di dalam mobil Avanza sebelum kemudian dipindahkan ke mobil Fortuner. Pada saat proses pemindahan inilah, korban sempat memberikan perlawanan dengan cara menggigit salah satu pelaku. Namun, setelah berhasil dimasukkan ke dalam mobil Fortuner, korban terdiam dan tidak melawan lagi.
Perjalanan Menuju Lokasi Pembuangan
Mobil Fortuner yang membawa korban kemudian bergerak dari daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, menuju arah Cikarang melalui jalan tol. Selama di dalam perjalanan, korban masih terdengar mengerang dan mengalami penganiayaan lebih lanjut, termasuk diinjak kakinya sebanyak dua kali.
Terjadi pergantian pengemudi dalam perjalanan, dari Umri kepada David. Pergantian ini dilakukan karena terjadi konflik di dalam mobil antara Umri dengan salah satu pelaku lainnya, Serka Mochamad Nasir.
Adegan Pembuangan di Lahan Kosong Bekasi
Mobil Fortuner akhirnya tiba di lahan kosong di Kabupaten Bekasi pada tanggal 21 Agustus 2025 sekitar pukul 00.30 WIB. Di lokasi inilah korban kemudian dibuang. Adegan keji terjadi ketika Nasir melilit leher korban menggunakan handuk dan menyeretnya keluar dari mobil untuk dibuang. Korban diseret dengan cara handuk ditempelkan pada bagian dagunya.
Aksi Pelaku Usai Membuang Korban
Setelah berhasil membuang korban, para pelaku langsung meninggalkan lokasi. Mobil bergerak menuju sebuah pom bensin. Di pom bensin tersebut, para pelaku mengganti pakaian mereka yang berasal dari dalam mobil, diduga untuk menghilangkan jejak.
Kasus ini menyoroti tindak kejahatan yang terencana dan mengerikan terhadap seorang profesional di dunia perbankan. Proses rekonstruksi ini menjadi langkah penting bagi penyidik untuk memastikan kronologi kejadian dan mengungkap motif di balik penculikan serta penganiayaan tersebut.
Artikel Terkait
Saan Mustopa Tekankan Persiapan Matang dan Mental Pemenang Menuju Pemilu 2029 di Dapil Jabar
TNI Perbaiki Jembatan Penghubung Desa yang Ambruk Kembali Diterjang Banjir di Tapanuli Tengah
Festival Imlek Nasional 2026 Tawarkan Cek Kesehatan Gratis hingga USG
PT Sucofindo dan Surveyor Indonesia Raih Penghargaan di ITAY 2026