Prabowo Subianto Bicara Soal Penanganan Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto kembali menanggapi laporan kasus keracunan yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut bahwa kejadian salah makan atau sakit perut adalah hal yang bisa terjadi di mana saja, bahkan saat makan di rumah sekalipun.
Meski menganggap sakit perut sebagai hal yang biasa, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kasus keracunan dalam program MBG. Ia menyatakan komitmen penuh untuk bertanggung jawab dan memperketat sistem pengelolaan program makanan gratis tersebut.
Prabowo mengungkapkan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil, termasuk pemantauan yang lebih ketat, penerapan prosedur standar yang lebih ketat, serta penyediaan peralatan pendukung seperti alat pembersih wadah dan sistem filtrasi air untuk memastikan keamanan makanan.
Meski mengakui adanya pihak yang tidak setuju dengan program ini, Prabowo meyakini bahwa sebagian besar masyarakat, terutama guru dan siswa, telah merasakan manfaat langsung dari program MBG. Ia yakin program ini akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kecerdasan generasi muda Indonesia.
Latar Belakang: Insiden Keracunan MBG di Bogor
Sebelumnya, dilaporkan puluhan siswa di Bogor Selatan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis. Seorang guru yang bertugas mengawasi menceritakan bahwa ia mencium bau tidak sedap pada bagian daging ayam yang disajikan.
Guru tersebut menjelaskan bahwa ia selalu mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa sebagai langkah pencegahan. Dalam insiden terakhir, ia menemukan kondisi daging yang diduga telah tidak layak konsumsi pada bagian bawah wadah makanan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahap penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis, mulai dari persiapan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Artikel Terkait
PT Sucofindo dan Surveyor Indonesia Raih Penghargaan di ITAY 2026
Propam Polda Sulsel Selidiki Kematian Bintara Muda Diduga Dianiaya di Asrama
Gunung Ibu Erupsi, Kolom Abu Membubung 300 Meter
Gerakan Indonesia ASRI Perluas Aksi Bersih-Bersih Ruang Publik di Hari Peduli Sampah