Viral Penganiayaan di Cilincing: Motif Ekonomi & Rekam Jejak Pencurian Motor Terungkap

- Sabtu, 15 November 2025 | 13:20 WIB
Viral Penganiayaan di Cilincing: Motif Ekonomi & Rekam Jejak Pencurian Motor Terungkap
Kasus Penganiayaan di Cilincing: Motif Ekonomi dan Rekam Jejak Kriminal - Fakta Terbaru

Kasus Penganiayaan di Cilincing: Motif Ekonomi dan Rekam Jejak Kriminal Terungkap

Sebuah insiden penganiayaan yang viral di media sosial mengungkap sisi kelam hubungan berpasangan. Seorang pria berinisial A diduga menganiaya pacarnya, IN, di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Berbeda dengan narasi viral yang menyebut motif penolakan aksi kriminal, kepolisian justru mengungkapkan bahwa pemicu utamanya adalah persoalan ekonomi.

Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa A dan IN ternyata memiliki rekam jejak kriminalitas bersama di masa lalu. Modus yang pernah mereka lakukan adalah dengan cara IN berpacaran dengan target, kemudian motor target tersebut dilarikan oleh A. Namun, kasus tersebut diklaim telah diselesaikan dengan pengembalian barang.

"Untuk kejadian penganiayaan yang viral ini, berdasarkan keterangan sementara, pemicunya adalah faktor ekonomi. Uang yang mereka miliki dihabiskan oleh salah satu pihak, yang berujung pada cekcok dan akhirnya penganiayaan," jelas Budi Hermanto.

Korban, IN, mengalami luka memar di bagian paha kiri dan kanan akibat tindakan A yang mencekik, memukul, dan mendorongnya dari tangga. Atas perbuatannya, A telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Polda Metro Jaya juga menyatakan bahwa mereka masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Diduga ada korban lain dan kemungkinan adanya ajakan untuk melakukan aksi kriminal dari tersangka A yang masih diselidiki.

Kronologi Viralnya Video Penganiayaan di Media Sosial

Video yang membuat kasus ini viral memperlihatkan pelaku mengenakan baju merah dan celana pendek berwarna oranye. Dalam video tersebut, korban tampak merekam sendiri aksi kekerasan yang dialaminya.

Suara korban terdengar menangis dengan kondisi rambut yang berantakan. Dalam rekaman itu, korban berkata, "Gue udah diem, lu mukul lagi. Gue udah diem, gue mau pergi tadinya, gue mau pesen Grab. Ya udah sana jangan dekat-dekat gue."

Narasi yang menyertai video viral tersebut menyebutkan bahwa penganiayaan terjadi karena korban menolak diajak melakukan tindak kriminal. Narasi itu juga mengklaim bahwa ada lebih dari satu korban yang dijebak pelaku dalam hubungan asmara untuk kemudian dipaksa mengikuti perintahnya melakukan aksi kriminal.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya kekerasan dalam hubungan dan pentingnya mengenali rekam jejak serta pola perilaku pasangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar