UNICEF Bongkar Israel Halangi Jarum Suntik & Susu Bayi untuk Gaza

- Rabu, 12 November 2025 | 10:24 WIB
UNICEF Bongkar Israel Halangi Jarum Suntik & Susu Bayi untuk Gaza

Israel menghalangi pengiriman jarum suntik untuk vaksinasi anak dan persediaan susu bayi ke Gaza. Larangan ini dikonfirmasi langsung oleh UNICEF dalam pernyataan resmi pada Selasa (12/11).

Badan PBB tersebut mengungkapkan bahwa pembatasan ini menghambat upaya penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang paling membutuhkan. Akses terbatas terhadap perlengkapan medis dasar mengancam kelangsungan program kesehatan masyarakat di wilayah konflik.

Program vaksinasi massal UNICEF di Gaza terus berjalan meskipun menghadapi kendala logistik serius. Inisiatif kesehatan ini dijalankan selama masa gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang masih rentan terhadap perubahan situasi.

UNICEF mengidentifikasi kebutuhan kritis berupa 1,6 juta jarum suntik steril serta unit pendingin bertenaga surya untuk penyimpanan vaksin yang tepat. Permohonan izin masuk untuk peralatan medis ini telah diajukan sejak Agustus melalui prosedur bea cukai Israel.

Juru bicara UNICEF Ricardo Pires menjelaskan bahwa pihak Israel mengkategorikan perlengkapan medis sebagai barang dwiguna. Klasifikasi ini menyebabkan proses inspeksi menjadi lebih ketat dan memakan waktu, padahal kebutuhan masyarakat Gaza bersifat mendesak.

Konsep barang dwiguna dalam kebijakan Israel merujuk pada item yang berpotensi digunakan untuk kepentingan sipil maupun aktivitas militer. Kategori ini mencakup berbagai barang termasuk peralatan medis dan perlengkapan dasar lainnya.

Otoritas Koordinasi Aktivitas Pemerintah Israel di Wilayah Palestina (COGAT) membantah adanya pelarang total terhadap perlengkapan medis. Mereka menekankan bahwa semua barang yang masuk melalui perbatasan harus melalui proses verifikasi untuk mencegah penyalahgunaan oleh kelompok Hamas.

COGAT menyatakan bahwa ratusan truk bantuan terus memasuki Gaza setiap hari dengan membawa berbagai kebutuhan dasar. Bantuan tersebut mencakup persediaan makanan, air bersih, bahan bakar, obat-obatan, dan perlengkungan tempat tinggal yang dikoordinasikan dengan organisasi PBB.

Program vaksinasi massal tahap pertama telah dimulai pada Minggu (9/11) dengan target mencakup 40.000 balita di bawah tiga tahun. Inisiatif kesehatan ini merupakan respons terhadap kondisi darurat anak-anak yang terdampak konflik bersenjata.

Vaksinasi dilakukan melalui tiga fase terpisah yang mencakup pemberian imunisasi polio, campak, dan pneumonia. Program ini bertujuan melindungi anak-anak Gaza dari wabah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi rutin.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar