Dahlan Iskan Ungkap Sosok Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo Terjaring OTT KPK
Kolumnis ternama Dahlan Iskan memberikan pernyataan mengejutkan terkait Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo yang baru saja terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam kolomnya di Disway, Dahlan menyampaikan kekecewaan mendalam melihat bupati yang dikenal dekat dengan rakyat itu terlibat dalam kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo.
"Sayang sekali. Bupati sekelas Sugiri Sancoko di Ponorogo main-main soal suap atur jabatan anak buah. Begitu sepele. Begitu sembrono. Begitu nista," tulis Dahlan Iskan.
Mengenal Latar Belakang Sugiri Sancoko
Dahlan mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengenal sosok Sugiri Sancoko. Saat masih memimpin Jawa Pos, Sugiri diketahui pernah bekerja di bagian iklan di grup media tersebut.
Dahlan juga menceritakan bahwa Sugiri adalah sosok yang merakyat, sehingga masyarakat Ponorogo pun mempercayainya untuk memimpin untuk periode kedua. "Ia dianggap sukses di periode pertama. PDI-Perjuangan mencalonkannya lagi. Baru satu tahun ia dilantik untuk periode kedua," jelasnya.
Kebijakan Populer Sugiri Sancoko Selama Menjabat
Beberapa kebijakan Sugiri yang diingat Dahlan antara lain menghapus kendaraan dinas pada periode pertama dan memilih menggunakan mobil tua. Selain itu, Sugiri juga mengubah ruang kerja bupati yang semula feodal menjadi bergaya angkringan atau warung desa.
Pencapaian lain yang menonjol adalah pembangunan Monumen dan Museum Reog Ponorogo. Bangunan tinggi itu disebut sebagai semacam Garuda Wisnu Kencana (GWK) versi Kota Reog. Menariknya, monumen ini dibangun di Desa Sampung, tempat kelahiran Sugiri yang dikenal sebagai daerah miskin.
Asal Usul Sugiri Sancoko dari Daerah Tandus
Dahlan menggambarkan Sampung sebagai daerah yang identik dengan kemiskinan, dengan makanan pokok penduduknya berupa gaplek atau singkong kering. Satu-satunya hasil bumi di sana adalah gamping, batu putih untuk campuran pasir pelapis dinding bata.
"Tanah di Sampung memang bergamping. Tandus. Tanaman sulit tumbuh," cerita Dahlan.
Pertanyaan Besar di Balik Kasus OTT KPK
Meski mengenal sisi positif Sugiri, Dahlan mengaku tidak memahami alasan di balik tindakannya meminta bayaran untuk pengangkatan pejabat. "Saya tidak habis pikir mengapa Sugiri meminta bayaran untuk mengangkat pejabat di bawahnya. Itulah yang tersiar di media. Berdasar keterangan pers KPK," pungkas mantan Menteri BUMN tersebut.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bidik Kemenangan Kandang Atas Dewa United
BI Solo Buka Penukaran Uang Baru untuk Ramadan 2026, Wajib Pesan via Aplikasi
Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Ligue 1 Prancis
Ongkos Politik Pilkada Membengkak, Ancam Kualitas Demokrasi