UIN Walisongo Semarang Evaluasi Program KKN Pasca Insiden Mahasiswa Hanyut di Sungai Kendal
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyusul insiden enam mahasiswanya hanyut di Sungai Jolinggo, Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rektor UIN Walisongo, Prof. Nizar, menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas.
Evaluasi Sistem Keamanan dan Mitigasi Risiko KKN
Prof. Nizar menyatakan bahwa evaluasi akan difokuskan pada aspek keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan. Meskipun KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaannya harus dilandasi prinsip kehati-hatian dan kesiapsiagaan tinggi terhadap berbagai potensi bahaya.
Koordinasi dengan BPBD dan Tim SAR Kendal
Universitas telah berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR untuk mendukung proses pencarian ketiga mahasiswa yang masih dinyatakan hilang. Tim pendamping universitas dan dosen pembimbing KKN telah dikirim ke lokasi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Artikel Terkait
Harga Pertalite dan Solar Naik Pekan Depan, Pemerintah Siapkan Skema Bantuan
Pemerintah Pacu Mobil Listrik dengan Insentif dan Stasiun Pengisian
Pemerintah Siapkan Potongan Pajak Guna Pikat Investor Energi Hijau
Ledakan di Sekolah: Beban Keluarga dan Bullying Diduga Picu Aksi Siswa