UIN Walisongo Semarang Evaluasi Program KKN Pasca Insiden Mahasiswa Hanyut di Sungai Kendal
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyusul insiden enam mahasiswanya hanyut di Sungai Jolinggo, Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Rektor UIN Walisongo, Prof. Nizar, menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas.
Evaluasi Sistem Keamanan dan Mitigasi Risiko KKN
Prof. Nizar menyatakan bahwa evaluasi akan difokuskan pada aspek keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan lapangan. Meskipun KKN merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaannya harus dilandasi prinsip kehati-hatian dan kesiapsiagaan tinggi terhadap berbagai potensi bahaya.
Koordinasi dengan BPBD dan Tim SAR Kendal
Universitas telah berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim SAR untuk mendukung proses pencarian ketiga mahasiswa yang masih dinyatakan hilang. Tim pendamping universitas dan dosen pembimbing KKN telah dikirim ke lokasi untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi