Runtuh! Perusahaan Baja Israel Kolaps Usai Embargo Turki, Utangnya Tembus Rp 500 Miliar

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Runtuh! Perusahaan Baja Israel Kolaps Usai Embargo Turki, Utangnya Tembus Rp 500 Miliar

Perusahaan Baja Israel Bangkrut Setelah Embargo Dagang Turki

Perusahaan baja dan besi tua Israel, Shaul Gueta, resmi dinyatakan bangkrut menyusul keputusan pemerintah Turki menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Tel Aviv. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap konflik di Gaza yang berdampak signifikan pada perekonomian Israel.

Dampak Embargo Turki Terhadap Industri Baja Israel

Menurut laporan harian bisnis Israel Calcalist, Perusahaan Shaul Gueta yang berbasis di Ashdod mengalami kebangkrutan akibat embargo perdagangan Turki. Perusahaan ini sebelumnya mengandalkan ekspor ke Turki untuk 70% dari total penjualannya.

Kondisi Keuangan Perusahaan Shaul Gueta

Total utang perusahaan mencapai sekitar 105 juta shekel (lebih dari $32 juta). Volume bisnis perusahaan mengalami penurunan drastis dari 200 juta shekel ($61 juta) pada tahun 2022 menjadi hanya sekitar 35 juta shekel ($11 juta) pada paruh pertama tahun 2025.

Kreditor Perusahaan yang Terdampak

Beberapa kreditor utama perusahaan termasuk International Bank dengan utang 18 juta shekel, Bank Hapoalim (15 juta shekel), Mercantile Bank (11 juta shekel), dan Mizrahi-Tefahot Bank (1,5 juta shekel). Perusahaan juga memiliki utang kepada beberapa perusahaan kartu kredit dan lembaga keuangan non-perbankan.

Proses Hukum dan Penanganan Kebangkrutan

Pengadilan Distrik Beersheba telah menunjuk pengacara Doron Tishman sebagai wali amanat yang akan memutuskan apakah perusahaan akan dilikuidasi atau direstrukturisasi. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa serangan di Gaza dan embargo perdagangan Turki menjadi faktor utama penurunan penjualan.

Langkah-Langkah Embargo Turki

Pemerintah Turki telah mengurangi perdagangan dengan Israel sekitar 30% sejak konflik Gaza dimulai. Pada 2 Mei 2024, Turki secara resmi menghentikan semua operasi ekspor, impor, dan transit perdagangan dengan Israel di semua kategori produk, mengakhiri seluruh aktivitas komersial antara kedua negara.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar