Jenazah Nur Hanissa, korban pembunuhan satu keluarga di Palu, Sulawesi Tengah, tiba di rumah duka di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Kamis (6/8/2026). Kepergiannya disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang masih terpukul atas tragedi yang merenggut nyawanya bersama suami dan anaknya.
Nur Hanissa meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dideritanya dalam serangan pada 26 Juli lalu. Dengan berpulangnya Nur Hanissa, jumlah korban dalam peristiwa itu menjadi tiga orang, setelah suaminya, Jamil, dan putra mereka yang masih berusia sekitar dua tahun lebih dulu meninggal di lokasi kejadian.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Saat itu, Jamil dan anaknya tewas seketika, sementara Nur Hanissa sempat bertahan dan dirawat di rumah sakit. Selama lebih dari sepekan, kondisi Nur Hanissa menjadi sorotan publik karena ia satu-satunya korban yang selamat dari serangan tersebut. Namun, harapan itu pupus setelah ia mengembuskan napas terakhir.
Keluarga Nur Hanissa pun berduka. Mereka juga membagikan cerita tentang terduga pelaku, Aan Kurniawan, yang disebut bukan orang asing. Dalam unggahan keluarga yang beredar di media sosial, Aan dikenal sejak kecil dan pernah diperlakukan dengan baik. Bahkan, keluarga mengaku pernah memberikan pekerjaan dan sepeda motor kepadanya setelah dewasa.
Unggahan itu juga memuat kesaksian Nur Hanissa sebelum meninggal. Ia sempat berpura-pura pingsan setelah diserang karena khawatir kembali menjadi sasaran pelaku. Kesaksian itu menjadi bagian dari cerita keluarga tentang peristiwa yang menimpa mereka. Keluarga juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas meninggalnya cucu laki-laki yang sangat dinantikan.
Hingga saat ini, polisi masih memburu Aan Kurniawan yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Penyidik juga terus mendalami kronologi dan motif di balik peristiwa yang menewaskan tiga anggota keluarga itu. Meninggalnya Nur Hanissa menjadi babak baru dalam kasus ini, sekaligus menutup harapan terakhir keluarga setelah Jamil dan anaknya lebih dulu tiada.
Artikel Terkait
Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga karena Dianggap Mencolok
Kondisi Nurhanisa Membaik Usai Jalani Operasi di RS Bhayangkara Palu
Kesaksian Istri di Palu: Detik-detik Suami dan Anak Tewas Dibunuh
Polisi Buru AK, Pembunuh Satu Keluarga di Palu, Foto Tersangka Beredar