Polisi masih memburu AK, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kota Palu, Sulawesi Tengah. AK diduga telah melarikan diri ke luar daerah setelah menghabisi nyawa rekan kerjanya beserta istri dan anaknya yang masih balita.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (26/7). Korban adalah Jamil (32), istrinya Nurhanisa (23), dan anak mereka yang berusia 2 tahun, RI. Saat ditemukan, Jamil dan RI sudah tak bernyawa di lokasi kejadian, sementara Nurhanisa sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan selama 10 hari, nyawa Nurhanisa tak tertolong.
Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku, yakni AK yang merupakan rekan kerja Jamil. "Belum ditangkap pelaku," ujarnya kepada kumparan, Minggu (16/8).
Ismail tidak merinci kendala dalam pengejaran AK. Namun, polisi menduga pelaku telah melarikan diri ke luar daerah. Selain mengejar AK, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. "Kasus pembunuhan masih dalam penyelidikan. Saksi yang sudah kami periksa sembilan orang, termasuk istri korban semasa hidupnya dan dua orang dari orang tua yang diduga pelaku," jelas Ismail.
Ia menegaskan polisi serius menangani perkara tersebut dan meminta masyarakat bersabar serta tidak meragukan proses penyelidikan.
Sosok AK
AK diketahui merupakan orang terakhir yang bersama korban sebelum peristiwa itu terjadi. Pada sore hari sebelum kejadian, Jamil sempat mendatangi rumah AK untuk mengambil sepeda motor. "Untuk identitas terduga pelaku sudah kami ketahui, dia berinisial AK. Rekan korban sendiri," kata Ismail.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah luka tusuk pada tubuh Jamil. Penyidik menduga Jamil lebih dulu diserang dan dibunuh sebelum anggota keluarganya yang lain menjadi korban. "Kemungkinan sebelum itu (istri korban berteriak), pelaku sudah dulu melakukan penganiayaan terhadap saudara J hingga meninggal dunia, karena ditemukan beberapa luka tusuk di tubuh korban," bebernya.
Anak Diduga Dicekik
Sementara itu, penyebab kematian RI diduga berbeda dengan ayah dan ibunya. Balita berusia 2 tahun tersebut tidak menjadi korban senjata tajam, melainkan mengalami kekerasan yang menyebabkan kehabisan napas. "Kalau karena senjata tajam sepertinya tidak. Kemungkinan wajahnya ditindih menggunakan bantal atau benda lain," ungkap Ismail.
Meski telah mengantongi identitas terduga pelaku, polisi belum dapat memastikan motif di balik dugaan pembunuhan satu keluarga tersebut. Penyidik masih menunggu penangkapan AK untuk mengungkap motif dan kronologi secara lebih lengkap. "Sampai sekarang belum diketahui apa penyebab sehingga terduga pelaku AK melakukan penganiayaan. Antara korban dan terduga pelaku tidak ada hubungan keluarga. Mereka satu tempat kerja," tandasnya.
Artikel Terkait
Mentan Salurkan Bantuan Beras Gratis untuk 33,4 Juta Penerima di Palu
Korban Sempat Ungkap Sosok Pelaku Sebelum Meninggal, Polisi Masih Selidiki Motif
Korban Keempat Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Meninggal, Polisi Masih Buru Pelaku
Warung Babi Guling di Palu Digeruduk Warga karena Dianggap Mencolok