Kebakaran Gedung Bapenda DKI Diduga Berasal dari Lantai 11

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Diduga Berasal dari Lantai 11

Kebakaran melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8) malam. Api diduga muncul dari lantai 11 yang sedang dalam proses renovasi.

Perwira Piket Gulkarmat Sudin Jakarta Pusat, Karnawan, mengatakan informasi awal yang diterima petugas menunjukkan titik api berasal dari lantai 11. Namun, kepastian mengenai titik awal maupun penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Informasi awal memang yang kami terima itu titik api dari lantai 11. Untuk lebih pastinya mungkin nanti nunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor," kata Karnawan saat ditanya soal adanya renovasi di lantai 11 kepada wartawan, Sabtu (8/8).

Hingga Sabtu pagi, petugas masih melakukan proses pendinginan. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api yang terlewat dan berpotensi menimbulkan api kembali. "Jadi situasi pagi hari ini proses pendinginan. Jadi kita lakukan overhaul, penyisiran titik-titik hawa panas yang masih ada, jangan sampai terlewat nanti timbul penyalaan kembali, ya," ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Karnawan mengatakan polisi belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena proses pemadaman belum dinyatakan selesai. Setelah dinyatakan selesai, polisi akan memasang garis polisi dan selanjutnya melakukan penyelidikan.

"Baik, untuk sementara belum, karena kita belum menyatakan pemadaman selesai. Jadi nunggu dari kami menyatakan pemadaman selesai, baru pihak kepolisian bisa melakukan police line, seperti itu," jelasnya.

Hingga saat ini, petugas Damkar masih melakukan proses pendinginan dan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada titik panas yang dapat memicu api kembali. Tidak ada penambahan korban dalam kebakaran tersebut. Satu pekerja yang sebelumnya dievakuasi dalam kondisi selamat telah dibawa ke Rumah Sakit Tarakan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags