IKD Dukcapil Raih Penghargaan Top Public Service Application for Ministry

- Jumat, 31 Juli 2026 | 19:36 WIB
IKD Dukcapil Raih Penghargaan Top Public Service Application for Ministry

Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil meraih penghargaan Top Public Service Application for Ministry pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar kepada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan.

IKD merupakan KTP elektronik dalam bentuk digital yang tersimpan di telepon seluler. Aplikasi ini memuat data kependudukan, Kartu Keluarga (KK), serta dokumen penting lainnya, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi, kesehatan, perbankan, maupun pendidikan tanpa perlu membawa atau menggandakan dokumen fisik.

Dhimas menjelaskan, ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, badan usaha, dan organisasi yang terus beradaptasi, berinovasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui transformasi digital. Media, kata dia, menjadi saksi lahirnya ide-ide baru, keberanian perusahaan untuk berubah, dan bagaimana inovasi menghadirkan manfaat.

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu," ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan acara di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh teknologi, melainkan juga oleh budaya kerja dan keberanian organisasi untuk terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Teknologi, tegasnya, hanyalah alat, bukan tujuan.

"Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apa pun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaannya tidak ada yang mau berubah," tuturnya.

Dhimas juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus belajar. Perjalanan tersebut tidak mudah, dan organisasi harus terus beradaptasi serta tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih.

"Bagi kami, digital ini sebuah maraton yang mungkin tidak ada garis finisnya. Saat ini kita mungkin tahu apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi era digital, tapi besok ketika tiba-tiba ada teknologi baru, ada algoritma baru, kita seakan memulainya lagi dari nol. Tapi ya itu adalah tantangan yang harus kita lewati," tandasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawaty yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta para perwakilan kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan swasta penerima penghargaan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags