Fenomena sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan sekitarnya yang tiba-tiba memasang pagar menuai sorotan. Pemasangan pagar itu diduga terkait dengan rencana unjuk rasa yang akan terjadi. Namun, Polda Metro Jaya mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai aksi tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan hingga kini belum ada surat pemberitahuan yang masuk terkait rencana aksi. "Sampai saat ini Polda Metro Jaya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait tentang aksi yang ada," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (31/7).
Meski belum ada pemberitahuan, polisi tidak tinggal diam. Budi menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan di ruang digital, termasuk menelusuri flyer maupun ajakan yang beredar di media sosial. "Melalui Ditressiber, termasuk Ditreskrimum. Kita akan melihat flyer-flyer ataupun ajak-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi," jelasnya.
Selain pemantauan di dunia maya, polisi juga berkoordinasi dengan fungsi intelijen untuk menganalisis potensi perkembangan situasi. Budi memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga kini masih terkendali. "Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan," katanya.
Menurut Budi, rasa aman yang terjaga tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. "Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya. Jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi berbagai institusi, termasuk dari masyarakat," tambahnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri telah membentuk Tim Preventive Strike yang beranggotakan personel dari berbagai direktorat operasional. Budi mengatakan, tim tersebut bertugas melakukan mitigasi dini apabila terdapat kelompok yang berupaya memicu kerusuhan atau mengganggu keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya maupun daerah penyangga. "Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk wilayah-wilayah penyangga," katanya.
Di samping itu, Polda Metro Jaya juga meningkatkan intensitas patroli dengan berbagai skala, mulai dari kecil hingga besar. Patroli difokuskan di wilayah perbatasan seperti Bekasi dengan Jawa Barat serta Tangerang dengan Banten sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Jadetabek Kondusif di Tengah Viral Pagar Mal
Kasus Buzzer Hoaks Seret Nama Bossman Mardigu, Polisi Masih Mendalami Pemesan
Rizky Billar Diperiksa Polisi Terkait Laporan 6 Akun Penyebar Hoaks
Polisi Imbau Masyarakat Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Saat Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas