Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mendapat informasi resmi mengenai kabar meninggalnya Sutrimo. Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie.
“Kami fokus di substansi perkara, saya juga tidak dapat informasi ya terkait dengan hal itu,” kata Febri kepada wartawan di depan Rutan KPK, Jakarta, Senin (27/7).
Febri hanya mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media. Ia menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. “Yang saya baca di media-media kan sudah ditulis, dan Polda juga sudah mulai lakukan, saya enggak tahu itu penyelidikan atau seperti apa,” ungkapnya.
Ia menegaskan tidak memiliki kapasitas untuk berkomentar lebih jauh. Menurutnya, lebih baik tidak mencampuradukkan perkara utama dengan isu mengenai Karumga tersebut. “Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak campur aduk ya, lebih baik kita tunggu saja bersama-sama informasi resmi dari Polda karena kami ini kan advokat untuk perkara di Kejaksaan Agung. Jadi kami tidak mungkin bicara lebih jauh dari itu,” tutup Febri.
Sutrimo ditemukan meninggal pada Kamis (23/7), sehari sebelum Febrie ditahan terkait kasus dugaan tindak pencucian uang dari penemuan emas 74 kg dan uang ratusan miliar rupiah di kediamannya di Sentul. Korban ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Jakarta Selatan. Ia dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal saat tiba.
Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi.
Artikel Terkait
Polda Metro Tangkap 8 Buzzer Pembuat Hoaks, Raup Rp220 Juta
Knalpot Bising Diduga Picu Bentrokan di Matraman, Polda Metro Jaya Kaji Penindakan
Polisi Bongkar Sindikat Buzzer Pembuat Konten Hoaks, 8 Orang Jadi Tersangka
Polisi Bongkar Sindikat Propaganda Digital, Delapan Orang Jadi Tersangka