Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Dihajar Massa di Tabanan

- Senin, 27 Juli 2026 | 07:18 WIB
Diduga Curi Ayam, Pria Tewas Dihajar Massa di Tabanan

Seorang pria berinisial IKD tewas setelah dihakimi massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7) dini hari. Peristiwa itu dipicu oleh dugaan pencurian seekor ayam aduan milik warga.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah kejadian dan mengumpulkan barang bukti serta memeriksa saksi. "Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian dan proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut," ujarnya, Minggu (26/7).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan beberapa orang dengan ciri-ciri yang diduga sesuai dengan pelaku penganiayaan. "Rekaman tersebut saat ini menjadi salah satu alat bukti penting yang sedang dianalisis dan didalami untuk memastikan identitas serta peran masing-masing pihak yang terlibat," imbuh Ariasandy.

Diduga Dipicu Pencurian Ayam Aduan

Aksi massa terjadi sekitar pukul 01.30 WITA. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa IKD diduga tertangkap tangan saat mencuri seekor ayam milik warga berinisial IWAS (31). "Aksi pencurian tersebut diketahui warga dan memicu kemarahan spontan dari masyarakat setempat, mengingat di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam sebelumnya, sehingga warga merasa resah dan geram," kata Wiwik.

Warga yang emosi kemudian mengeroyok IKD hingga tewas di tempat. Massa juga membakar sepeda motor yang diduga digunakan pelaku. Petugas dari Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, tetapi pelaku sudah meninggal dunia.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain seekor ayam milik korban, sebilah golok, serta sebuah tas berisi tang, katapel, batu, dan beberapa uang tunai. "Jenazah terduga pelaku dievakuasi ke Rumah Sakit Semara Ratih untuk dilakukan penanganan. Kami juga menghubungi Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan untuk melakukan olah TKP dan identifikasi sidik jari terduga pelaku," ujar Wiwik.

Tangis Pilu Anak

"Bapak, bapak." Teriakan dan tangis seorang bocah perempuan terdengar pilu di tengah kerumunan saat jenazah IKD dibawa ke rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Putri bungsu korban itu tampak tak kuasa menahan air mata melihat sang ayah yang tewas diamuk massa.

Kejadian ini memicu reaksi berbagai pihak. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meminta masyarakat menyelesaikan persoalan pidana melalui jalur hukum, bukan kekerasan. "Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini," ujarnya.

Komnas HAM juga angkat bicara. Koordinator Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, mengecam keras aksi main hakim sendiri yang menyebabkan IKD meninggal. Ia menekankan trauma mendalam yang dialami keluarga, terutama anak korban yang menyaksikan jenazah dari dekat. "Kami berharap agar anak dan keluarga korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak, baik dari aspek psikologis maupun pemenuhan hak-haknya, sehingga mereka mendapatkan perhatian dan perlindungan secara optimal dari negara," tutur Dalem. Kementerian HAM akan melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan perkara sesuai prinsip HAM.

PDIP Akan Beri Bantuan

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti kasus ini dan mengatakan partainya akan memberikan bantuan. "Yang di Bali kami akan segera tindak lanjuti untuk memberikan bantuan kepada korban," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Ia menegaskan Indonesia dibangun untuk melindungi seluruh rakyat tanpa terkecuali. "Tidak boleh ada suatu ketidakadilan, apalagi ditunjukkan secara ekstrem kepada rakyat yang mungkin menghadapi kesulitan kehidupan ekonomi akibat tantangan yang tidak ringan saat ini. Dan ini sangat kontras dengan proses penegakan hukum yang terjadi," jelasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags