Keberadaan Femas Yani Arianto (FYA), pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi misteri. Ia dilaporkan hilang secara misterius dari rombongan tur wisata saat berada di Korea Selatan pada pertengahan Juli 2026 lalu.
Kabar hilangnya pemuda tersebut tidak hanya mengejutkan pihak keluarga, tetapi juga memicu persoalan baru. Sang ibu yang tidak tahu-menahu mengenai keberangkatan anaknya ke luar negeri kini justru mendadak ditagih ganti rugi hingga puluhan juta rupiah oleh pihak biro perjalanan.
Kepala Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Hartanto membenarkan bahwa FYA merupakan warga resmi di wilayahnya. Pemerintah desa pertama kali mengetahui kabar hilangnya FYA melalui unggahan yang ramai di media sosial, karena pihak keluarga belum sempat melayangkan laporan resmi.
"Kami mengetahui masalah hilangnya warga kami di Korea ini dari media sosial. Pihak keluarga memang belum melapor, namun kami dari Pemdes sudah berinisiatif mendatangi keluarga untuk memastikan kabar tersebut sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait," ujar Hartanto, Senin (20/7/2026).
Suasana kebingungan dan kecemasan menyelimuti kediaman MT (Muatin), ibu kandung FYA, di Desa Bantengan. MT mengaku sama sekali tidak tahu jika anak pertamanya itu berangkat berwisata ke Korea Selatan. Menurutnya, anak kedua dari tiga bersaudara tersebut selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Ia juga menegaskan tidak pernah memberikan uang saku, apalagi menyokong biaya dalam jumlah besar untuk keberangkatan ke luar negeri.
Persoalan kian rumit ketika MT mendadak menerima telepon dari pihak yang mengaku sebagai pengelola biro tur wisata yang memberangkatkan FYA. Pihak travel menuntut MT menanggung ganti rugi bernilai puluhan juta rupiah akibat hilangnya FYA dari rombongan selama di Korea.
Hingga saat ini, MT mengaku belum mendapatkan petunjuk maupun informasi terbaru mengenai keberadaan sang putra. Sejak dinyatakan hilang dari rombongan tur, saluran komunikasi dengan FYA terputus total. Pihak keluarga kini hanya bisa berharap adanya bantuan dari Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul serta instansi terkait agar FYA segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Artikel Terkait
Pemuda Madiun Hilang di Korea Selatan, Sempat Ditemukan di Masjid Sebelum Kembali Raib
Keluarga Femas Ditagih Rp 50 Juta oleh Biro Travel Usai Anak Kabur di Korsel
Di Kuil Buddha, Mencari Cinta untuk Menyelamatkan Negara dari Krisis Kelahiran
Keluarga Femas Ditagih Rp 50 Juta oleh Travel Usai Kabur di Korea Selatan