Pada 24 Juni 1947, pilot swasta Kenneth Arnold terbang di atas Washington untuk mencari pesawat angkut Marinir yang jatuh. Sayang, misi itu gagal. Namun, sekitar pukul tiga sore, Arnold melihat sembilan benda mengkilap terbentuk aneh melintasi Gunung Rainier. Benda-benda itu bergerak naik-turun seperti gelombang, dengan kecepatan diperkirakan 1.700 mil per jam jauh di atas kemampuan pesawat mana pun saat itu. Dalam wawancara dengan media, Arnold menggambarkan gerakannya 'seperti piring yang dilontarkan melintasi permukaan air'. Pers salah menangkapnya: istilah flying saucer pun lahir dan menyebar ke seluruh dunia.
Delapan hari kemudian, insiden lain mengguncang publik. Sebuah benda tak dikenal dilaporkan jatuh di peternakan dekat Roswell, New Mexico, pada 2 Juli 1947. Menurut BBC Sky at Night Magazine, heboh pecah pada 8 Juli saat koran lokal menurunkan headline dramatis: militer AS menangkap 'piring terbang'. Berita itu meredup setelah militer mengoreksi pernyataannya menjadi sekadar reruntuhan balon cuaca. Meski demikian, insiden Roswell menjadi alasan 2 Juli diperingati sebagai World UFO Day. Sejumlah kalender internasional juga mencatat 24 Juni sebagai tanggal alternatif untuk menghormati laporan UFO modern pertama.
Sementara itu, Indonesia memiliki Hari UFO Nasional setiap 21 Juli, digagas Indonesia UFO Network (IUN) sejak 2019. Momentum ini berkembang menjadi Indonesia UFO Festival di Yogyakarta, menggabungkan astronomi, sains antariksa, dan seni. Pada Juli 2023, Kampung Alien pertama di Indonesia diluncurkan di Nanggulan, Kulon Progo, sebagai proyek kolaborasi tiga lembaga nirlaba: Indonesia Space Science Society (ISSS), IUN, dan HONF Foundation. Setahun kemudian, Kampung UFO di Gedongkiwo, Yogyakarta, diresmikan pada tanggal yang sama.
Sikap otoritas AS terhadap UFO berubah-ubah. Menyusul membludaknya laporan penampakan setelah kesaksian Arnold, Kepala Staf Angkatan Udara AS membentuk Project Sign pada akhir Desember 1947. Proyek ini mengevaluasi 243 laporan hingga Februari 1949, namun hasilnya tidak meyakinkan. Laporan resmi menyebut belum ada bukti definitif yang bisa membuktikan atau menyangkal keberadaan objek-objek tak dikenal itu sebagai pesawat sungguhan berkonfigurasi tak lazim.
Proyek lanjutan, Grudge, mengevaluasi 244 laporan tambahan dan pada Agustus 1949 menyimpulkan mayoritas penampakan UFO adalah salah tafsir atas fenomena alam, pesawat buatan manusia, rekayasa, atau hoaks. Seiring meningkatnya ketegangan Perang Dingin, pada Maret 1952 Angkatan Udara membentuk Project Blue Book proyek investigasi UFO terlama yang pernah dijalankan pemerintah AS. Proyek ini mengevaluasi total belasan ribu laporan hingga resmi dihentikan pada Desember 1969. Kesimpulan akhirnya: tidak ada satu pun laporan UFO yang menunjukkan ancaman bagi keamanan nasional, tidak ada bukti teknologi di luar jangkauan ilmu pengetahuan modern, dan tidak ada bukti yang mengarah pada kendaraan luar angkasa asing.
Arsip investigasi ini diserahkan ke National Archives pada 1975 dan dibuka untuk publik setahun kemudian. Setelah Blue Book ditutup, pengawasan isu UFO sempat lama tak punya rumah resmi, sampai akhirnya kembali dipegang serius oleh Departemen Pertahanan AS dalam beberapa tahun terakhir.
Mei 2026, Misteri UFO Jadi Dokumen Negara
Sekitar 79 tahun setelah peristiwa Kenneth Arnold, Departemen Pertahanan AS mengambil langkah tak biasa. Pada Jumat, 8 Mei 2026, lembaga itu merilis 161 dokumen yang sebelumnya dirahasiakan terkait fenomena udara tak dikenal. Dokumen itu mencakup penampakan yang dilaporkan warga sipil di Bumi maupun oleh astronaut dalam perjalanan ke Bulan. Perilisan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Donald Trump, yang berjanji membukanya karena publik sangat berminat pada isu tersebut.
Isi 161 dokumen itu mencakup rentang waktu panjang: pada 1957, seorang warga sipil melaporkan ke FBI soal kendaraan besar berbentuk lingkaran yang muncul di atas tanah. Dari misi Apollo 11, 12, dan 17 (1969-1972), astronaut Buzz Aldrin melihat 'sumber cahaya yang cukup terang' yang diduga laser; Alan Bean melihat partikel dan kilatan cahaya 'melayang di angkasa' yang tampak 'keluar dari Bulan'; dua astronaut Apollo 17 melaporkan cahaya berkedip yang mereka duga pantulan pecahan es. Pada September-Oktober 2023, warga sipil AS melaporkan objek logam mengambang yang muncul dari cahaya terang, salah satunya berbentuk elipsoid perunggu sepanjang hingga 59 meter. Pada 2022, video militer dari Irak, Suriah, dan Uni Emirat Arab menangkap objek oval yang melesat cepat dan ditandai sebagai 'kemungkinan rudal'.
Respons di Kongres AS terbelah. Anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett dan Anna Paulina Luna, menyambut baik rilis ini sebagai langkah transparansi. Namun, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene menyebutnya sebagai pengalihan perhatian dari isu yang lebih mendesak seperti kenaikan harga di AS dan perang di Iran.