Harga Sayur dan Telur di Bandung Meroket Imbas Program Makan Bergizi Gratis

- Jumat, 17 Juli 2026 | 22:15 WIB
Harga Sayur dan Telur di Bandung Meroket Imbas Program Makan Bergizi Gratis

Harga sejumlah sayuran dan telur di pasar tradisional Kota Bandung melonjak signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah kembali bergulir.

Di Pasar Tradisional Kiaracondong, para pedagang mengeluhkan penurunan omzet akibat daya beli masyarakat yang menyusut. Hanya dalam sepekan sejak anak-anak kembali masuk sekolah dan program MBG berjalan, harga sayuran yang biasanya stabil kini meroket hingga dua kali lipat.

Kenaikan paling drastis terjadi pada sayur-mayur pelengkap bahan pangan harian. Harga tomat, wortel, dan timun misalnya, melonjak dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas bumbu dapur seperti cabai masih bertahan di level tinggi.

Pedagang sayur, Andriyatna, mengatakan pasokan dari tengkulak mulai mengalami penyesuaian harga sejak jalur distribusi terserap untuk memenuhi menu MBG di sekolah-sekolah.

Tren kenaikan juga merembet ke komoditas sumber protein, khususnya telur ayam ras. Pedagang telur, Robiah, mengungkapkan harga telur ayam kini bertengger di Rp26.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram. "Kenaikan ini terjadi secara berkala dalam empat hari terakhir dengan rata-rata kenaikan Rp1.000 setiap harinya," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Kenaikan harga ini dikeluhkan pembeli. Meski demikian, mereka tetap membeli dengan membatasi jumlah belanjaan. "Biar semua kebutuhan dapur di rumah bisa tetap terpenuhi, saya terpaksa mengurangi jumlah timbangan belanjaan," kata Alin.

Masyarakat dan pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga. Keseimbangan pasokan dinilai krusial agar program MBG tidak mengorbankan stabilitas harga kebutuhan pokok rumah tangga.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags