Israel Tegaskan Belum Ada Jadwal Penarikan Pasukan dari Gaza dan Lebanon

- Jumat, 26 Juni 2026 | 11:54 WIB
Israel Tegaskan Belum Ada Jadwal Penarikan Pasukan dari Gaza dan Lebanon

Israel menegaskan belum memiliki jadwal pasti untuk menarik pasukannya dari Gaza dan Lebanon. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (25/6), bertepatan dengan berlangsungnya negosiasi damai antara Israel dan Lebanon di Washington.

Sejak Maret 2026, Israel melancarkan serangan darat dan udara ke Lebanon, khususnya ke wilayah selatan yang menjadi basis milisi Hizbullah, sekutu Iran. Sementara itu, operasi militer di Gaza telah berlangsung sejak 2023 dan menuai kecaman internasional karena tingginya jumlah korban jiwa.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon. "Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, bukan untuk waktu yang terbatas, guna membela penduduk dan komunitas kita dari unsur-unsur ekstremis," kata Katz, seperti dikutip AFP.

"Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari semua tekanan yang ada maupun yang akan datang," lanjutnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan hal serupa. Ia menyatakan militer Israel (IDF) akan tetap berada di Lebanon selatan selama masih dibutuhkan. "Saya telah menjelaskan kepada IDF: Anda memiliki kebebasan bertindak sepenuhnya," ujar Netanyahu.

Padahal, gencatan senjata di Lebanon sebenarnya sudah diumumkan. Namun, Israel acap kali melanggar kesepakatan dengan meluncurkan serangan ke wilayah negara tetangganya itu.

Negosiasi antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat sebenarnya telah berlangsung sejak April lalu. Pihak Lebanon bersedia melakukan negosiasi langsung dengan Israel setelah mendapat tekanan dari AS. Putaran terbaru negosiasi yang dimulai tiga hari lalu rencananya akan berakhir pada Kamis (25/6) waktu AS.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, kedua negara hampir mencapai komitmen terkait penghentian serangan. Adapun penghentian operasi militer ke Lebanon merupakan salah satu poin dalam kesepakatan damai AS-Iran yang diteken secara virtual oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni 2026.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.