MURIANETWORK.COM - Ramadan di Sulawesi Selatan memiliki cita rasa tersendiri, yang dihidupkan oleh beragam takjil khas yang telah menjadi tradisi turun-temurun. Dari gorengan gurih hingga sajian pisang yang manis dan menyegarkan, kuliner khas ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bagian dari pengalaman budaya yang dinantikan setiap kali azan Magrib berkumandang. Artikel ini mengulas delapan takjil ikonik Sulsel, seperti jalangkote, es pisang ijo, hingga sirup markisa, yang selalu menghiasi meja berbuka dan membangkitkan kenangan akan suasana Ramadan masa lalu.
Suasana sore hari di sudut-sudut kota seperti Makassar atau Gowa menjelang buka puasa seringkali diramaikan oleh aroma gorengan dan kudapan manis. Lapak-lapak takjil berjejer menawarkan hidangan yang tidak hanya dirancang untuk memulihkan energi, tetapi juga memanjakan lidah dengan kombinasi rasa yang khas. Keberagaman sajian ini mencerminkan kekayaan kuliner lokal yang tetap lestari di tengah gempuran jajanan modern.
Jalangkote, Camilan Renyah Pembuka Selera
Sebagai pembuka buka puasa, jalangkote sering menjadi pilihan pertama yang sulit untuk dilewatkan. Camilan ini konon dinamai dari kebiasaan penjual zaman dahulu yang berjalan (Jalang) sambil berteriak menawarkan kue (kote) dagangannya. Kulit pastri-nya yang tipis dan renyah membungkus isian berupa campuran sayuran seperti wortel, kentang, tauge, dan bihun, serta telur rebus yang telah dibumbui. Sensasi utamanya hadir saat jalangkote disiram dengan saus sambal cair yang menggoda, dengan paduan rasa pedas, asam, dan aroma bawang putih yang tajam, efektif untuk membangkitkan indera perasa setelah seharian berpuasa.
Es Pisang Ijo, Penyegar Khas yang Melegenda
Hampir mustahil membicarakan takjil Makassar tanpa menyebut es pisang ijo. Sajian ini menampilkan pisang raja atau kepok yang dibalut adonan hijau dari perpaduan daun pandan dan suji, kemudian dikukus hingga matang. Penyajiannya lengkap dengan siraman saus santan kental, sirup merah, dan taburan es serut. Rasa manis dari sirup, gurih dari santan, dan segarnya pisang serta es, menciptakan harmoni rasa yang sempurna untuk mengawali buka puasa.
Sirup Pisang Ambon, Pendamping Setia Takjil
Di banyak rumah, sirup Pisang Ambon merk DHT kerap menjadi pelengkap wajib di meja makan saat Ramadan. Sirup legendaris ini memiliki rasa manis yang tidak terlalu pekat dengan aroma pisang ambon yang lembut. Kelebihannya terletak pada kesegarannya saat disajikan dingin, menjadikannya teman ideal untuk menemani berbagai jajanan tradisional dan menciptakan nuansa klasik khas Ramadan Sulawesi Selatan.
Pallu Butung, Sajian Hangat yang Menghangatkan
Pallu butung menawarkan konsep yang lebih sederhana namun tak kalah nikmat. Pisang kepok yang dikukus hingga lunak kemudian dipotong-potong dan disiram dengan kuah santan kental serta sirup merah. Biasanya disajikan hangat, sajian ini memberikan kehangatan dan rasa nyaman. Meski begitu, banyak juga yang menyukainya dalam versi dingin dengan tambahan es, untuk sensasi segar yang berbeda.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar
Proyek Wisata Green Topejawa Mangkrak, Aktivis Desak Audit Total