Mengenai penyebab kematian, Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol Carles Siagian, memberikan keterangan sementara. "Kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu luka kekerasan atau tidak," katanya. "Tapi sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar."
Di tengah duka yang menyelimuti, Anwar mengenang sosok anaknya yang penuh cita-cita. NS adalah seorang santri yang bercita-cita luhur menjadi seorang kiai. Ia sudah mondok selama setahun. Momen pemberian uang saku Rp50.000 beberapa waktu sebelum kejadian, kini menjadi kenangan yang paling menyayat hati bagi sang ayah.
Kini, harapan satu-satunya Anwar adalah keadilan. Ia telah melaporkan kasus ini dan berharap polisi mengusutnya tuntas. "Kalau memang terbukti, biar jadi efek jera. Jangan semena-mena," tegasnya.
Di sisi lain, polisi pun tak tinggal diam. Sat Reskrim Polres Sukabumi sedang mendalami kasus ini, termasuk dugaan kuat adanya KDRT. Mereka menunggu hasil autopsi resmi sebagai landasan penyelidikan.
Hartono menambahkan, semua informasi yang beredar masih sebatas dugaan. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil penyelidikan resmi yang lebih komprehensif. Semua pihak berharap kebenaran segera terungkap, untuk memberikan keadilan bagi NS yang pergi terlalu cepat.
Artikel Terkait
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat