PSM Makassar Terperosok Usai Kalah di Kandang Sendiri

- Minggu, 15 Februari 2026 | 16:00 WIB
PSM Makassar Terperosok Usai Kalah di Kandang Sendiri

MURIANETWORK.COM - PSM Makassar terpukul di kandang sendiri, kalah dari Dewa United dalam laga pekan ke-21 Liga 1 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu (15/3/2024). Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Juku Eja di klasemen tengah dan memperpanjang catatan buruk mereka tanpa kemenangan di rumah sejak November tahun lalu. Tekanan kini kian membayangi tim asuhan Bernardo Tavares itu di tengah persaingan ketat di papan bawah.

Posisi di Klasemen Kian Rawan

Kekalahan telak itu langsung berdampak pada peringkat PSM. Mereka kini terperosok ke posisi ke-13 dengan 23 poin, hasil dari 21 pertandingan yang telah dijalani. Rincian lima kemenangan, delapan imbang, dan delapan kekalahan dengan jelas menggambarkan inkonsistensi yang menjadi momok sepanjang musim. Celah di lini belakang dan produktivitas serangan yang belum optimal kerap menjadi batu sandungan di momen-momen krusial.

Tuah Kandang yang Hilang

Yang paling mengkhawatirkan adalah hilangnya keperkasaan PSM di Stadion BJ Habibie. Kekalahan dari Dewa United itu sekaligus memperpanjang tren tanpa kemenangan di kandang sendiri, sebuah fenomena yang kontras dengan reputasi mereka sebagai tim yang tangguh di hadapan pendukung. Dukungan puluhan ribu suporter yang memadati tribun belum mampu menjadi energi positif yang mengubah jalannya pertandingan.

Alih-alih menjadi benteng, BJ Habibie justru kerap menjadi panggung kehilangan momentum. Tim beberapa kali gagal mempertahankan keunggulan atau kurang cermat memanfaatkan peluang yang tercipta. Situasi ini lambat laun membangun tekanan psikologis tersendiri, di mana bermain di rumah justru menjadi beban tambahan yang harus ditanggung.

Evaluasi Menyeluruh Dibutuhkan

Di tengah persaingan yang sangat ketat, di mana selisih poin antar tim di zona tengah hingga bawah sangat tipis, kekalahan seperti ini harus menjadi alarm. Ruang untuk berbuat kesalahan hampir tidak ada. Tim dituntut untuk segera melakukan evaluasi mendalam, terutama dalam hal konsistensi permainan dari menit pertama hingga peluit panjang berbunyi.

Lini tengah perlu lebih banyak berinisiatif dan kreatif membuka ruang, sementara lini belakang wajib menjaga fokus penuh selama 90 menit. Efisiensi dalam penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah yang mendesak, mengingat banyaknya peluang yang tercipta namun berakhir sia-sia.

Meski musim masih panjang, kebangkitan harus segera dimulai. Titik mulainya adalah di kandang sendiri. Mengembalikan Stadion BJ Habibie sebagai tempat yang menakutkan bagi lawan adalah langkah pertama untuk membalikkan keadaan dan menjauh dari bayang-bayang zona degradasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar