Boim bukanlah warga biasa. Di balik aktivitasnya sebagai seorang aktivis sosial, ia adalah suami dari Nur Fatwah, anggota DPRD Jawa Tengah fraksi PPP. Latar belakang inilah yang membuat insiden ini mendapat perhatian khusus. Dalam wawancaranya, Boim mengisyaratkan kemungkinan keterkaitan aksi penembakan ini dengan pekerjaan pendampingan hukum yang sedang ia jalani.
"Saya memang sedang mendampingi kasus dugaan penculikan yang saat ini ditangani Polda Jateng. Tapi apakah ada kaitannya atau tidak, saya belum tahu," ungkapnya dengan hati-hati.
Respons Cepat dan Penyidikan Polisi
Merespons kejadian ini, jajaran Polres Pekalongan langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satu proyektil peluru berwarna silver sepanjang satu sentimeter berhasil diamankan sebagai barang bukti kunci. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan secara intensif untuk mengungkap identitas dan motif di balik aksi penembakan ini.
"Kami sudah memeriksa para saksi dan mengamankan barang bukti. Tim sedang bekerja di lapangan. Kami tidak akan berspekulasi, namun semua kemungkinan termasuk unsur teror atau intimidasi sedang kami dalami," jelas AKBP Rachmad.
Dengan status korban yang dekat dengan lingkungan pejabat daerah, kasus ini diprioritaskan untuk diusut tuntas. Komitmen polisi tidak hanya untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat Pekalongan yang sempat terusik oleh aksi kekerasan di tempat tinggal ini.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa