“Agar tidak bertambah runyam, para pengawal langsung membawa Habib Bahar ke tempat yang lebih aman, ke dalam,” kata Ichwan menerangkan upaya pengamanan saat itu.
Di sisi lain, ada hal menarik dari sisi pelapor. FY, yang melaporkan kejadian ini dan merupakan istri korban, disebut-sebut sama sekali tidak berada di lokasi kejadian.
Ichwan menutup penjelasannya dengan poin itu. “Pelapor tidak menyaksikan langsung pengeroyokan tersebut. Soalnya, jemaah pengajian laki-laki dan perempuan tempatnya terpisah,” tutupnya.
Jadi, narasi yang dibangun oleh pihak pembela jelas: ada penyusup, ada provokasi, dan reaksi massa muncul secara spontan. Sementara saksi kunci, dalam hal ini pelapor, dianggap tidak melihat peristiwa intinya.
Artikel Terkait
Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh
Gapruk dan Kebebasan: Kisah Awan, Pemulung yang Lebih Takut Dikurung daripada Dihina
Surat Tanah Lawas Tak Berlaku Lagi, Ini Daftar Lengkapnya
Malam Kelam di Cibeureum: Motor Dibawa Kabur, Pelaku Bersenjata Samurai