Bayangin aja seperti kandang ayam yang terus dibobol musang. Solusinya bukan memperkuat pagar, melainkan cuma mengganti penjaga. Penjaga lama diganti dengan yang lebih muda, mungkin lebih fotogenik. Tapi musangnya? Mereka cuma tertawa lebar. Mereka paham, penjaga baru ini cuma ganti seragam. Mental dan cara kerjanya bisa jadi persis: lamban, reaktif, dan jauh dari kata antisipatif.
Di sisi lain, pejabat kita kerap mirip bunglon. Warna berubah bukan untuk mengubah keadaan, tapi lebih untuk menyelamatkan diri sendiri. OJK punya kewenangan yang besar, tapi sering kali tumpul saat berhadapan dengan pemain kakap. Giliran yang dihadapi cuma BPR kecil atau rakyat biasa, baru galaknya luar biasa, bak singa kelaparan.
Yang kita butuhkan sebenarnya lebih dari sekadar ganti nama. Kita butuh nyali. Hukum itu soal eksekusi, bukan pidato manis di ruang ber-AC. Kalau Bu Friderica cuma berniat meneruskan tradisi "asal bapak senang", ya sudah. Bersiaplah untuk terus menyaksikan drama yang sama: investasi bodong bertebaran, klaim asurasi sulit dibayar.
Jadi, untuk Bu Friderica, selamat bertugas. Ingat baik-baik, kursi yang Anda duduki itu isinya paku, bukan busa empuk. Kalau Anda gagal membereskan benalu di industri keuangan ini, sejarah nanti akan mencatat Anda bukan sebagai penyelamat. Tapi cuma figuran yang kebetulan dapat peran utama di serial panjang kegagalan. Rakyat sudah lelah menunggu. Mereka butuh bukti, bukan sekadar ganti foto profil di website.
Artikel Terkait
Pria di Blora Terancam 1,5 Tahun Penjara Usai Tewaskan Kucing dengan Tendangan
Sutoyo Abadi Soroti Pergeseran Kedaulatan: Rakyat Hanya Jadi Slogan?
Rem Blong di Turunan Lendah, Truk Besi Terguling dan Jepit Kernet
Prabowo Siap Bertarung Lagi di 2029, Singgung Campur Tangan Asing dalam Demo