Rotasi Pucuk OJK: Cuma Ganti Topeng Saja?
Oleh: ET Hadi Saputro
Pemerhati Politik
Pernah nggak sih, merasa capek menonton sinetron yang episode-nya sudah ribuan, tapi alurnya muter-muter di situ-situ saja? Nah, di penghujung Februari 2026 ini, kita seolah disodori tontonan serupa. Judulnya mungkin "Ganti Sopir". Mahendra Siregar turun dari panggung, lalu naiklah Friderica Widyasari. Tunggu dulu, jangan buru-buru beri aplaus. Ini bukan revolusi. Ini cuma rotasi biasa.
Mari kita bicara blak-blakan. Mengganti Ketua OJK di tengah jalan itu rasanya aneh. Ibaratnya, piring yang lagi kita pakai makan tiba-tiba ditarik paksa sama pelayan. Ada apa, sebenernya? Apa kinerja pengawasannya sudah bobrok? Atau jangan-jangan ini cuma soal bagi-bagi kue kekuasaan, di mana remahannya tak pernah benar-benar sampai ke meja rakyat kecil?
Friderica sendiri bukan wajah baru. Dia ini "orang dalam" yang selama ini memegang urusan edukasi dan perlindungan konsumen. Nah, pertanyaan simpelnya: selama dia di posisi itu, apa kita merasa benar-benar terlindungi? Faktanya, masih aja ada nasabah menangis karena dananya raib. Masih banyak cerita pilu rakyat yang terjerat pinjol sampai putus asa. Kalau di posisi yang lebih kecil saja perlindungannya bolong, apa jaminan kapal besar bernama OJK ini nggak akan oleng di tangannya?
Artikel Terkait
Pria di Blora Terancam 1,5 Tahun Penjara Usai Tewaskan Kucing dengan Tendangan
Sutoyo Abadi Soroti Pergeseran Kedaulatan: Rakyat Hanya Jadi Slogan?
Rem Blong di Turunan Lendah, Truk Besi Terguling dan Jepit Kernet
Prabowo Siap Bertarung Lagi di 2029, Singgung Campur Tangan Asing dalam Demo