Namun begitu, penertiban tak serta-merta dilakukan dengan kekerasan. Wawan menyebut, pendekatan sosialisasi dan pembinaan akan lebih diutamakan. Harapannya, para pedagang bisa paham dan mematuhi aturan yang berlaku.
“Kita sosialisasi ke mereka berikan pemahaman, pengertian, karena memang aturan harus kita cermati,”
pungkasnya. Meski demikian, patroli rutin bakal terus digencarkan. Intensitasnya akan ditingkatkan agar kota lebih tertata. Wawan menegaskan, lokasi itu memang bukan tempat untuk berjualan.
“Kita akan tetap intensif supaya kota itu lebih tertata. Jadi memang tidak boleh di situ,” tegasnya.
Pedagang sate dalam video viral itu sendiri bukanlah wajah baru. Dia sudah beberapa kali mendapat peringatan dari petugas. Tapi, seperti siklus yang tak berujung, dia selalu kembali. Malam itu, histeria yang ditunjukkannya mungkin cermin dari kepanikan dan ketakutan kehilangan mata pencaharian, meski di tempat yang salah.
Artikel Terkait
Otonomi Kurdi Suriah di Ujung Tanduk: Damaskus Kembali Perluas Kendali
Hotman Paris Sindir Pelukan Aparat untuk Kakek Penjual Es Gabus: Bukan Solusi, Tapi Pencitraan
Banjir Daan Mogot Pagi Ini, Petugas Alihkan Mobil Kecil ke Jalur Transjakarta
Jembatan Daerah Jadi PR Terakhir Pemulihan Jalan di Aceh dan Sumut