Gunung Emas Baru Arab Saudi: Rp570 Triliun Menganga di Bawah Padang Pasir

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:40 WIB
Gunung Emas Baru Arab Saudi: Rp570 Triliun Menganga di Bawah Padang Pasir

Arab Saudi baru saja mendapat kabar menggembirakan dari sektor pertambangannya. Awal tahun 2026 ini, perusahaan raksasa Ma'aden mengumumkan temuan sumber daya emas baru yang sangat signifikan. Jumlahnya mencapai 7,8 juta ons, sebuah angka yang bikin mata berbinar. Kalau dirupiahkan, nilainya bisa menyentuh Rp570 triliun, atau sekitar 36 miliar dolar AS.

Menariknya, emas-emas baru ini tidak berasal dari satu titik saja. Penemuannya tersebar di empat wilayah utama di Kerajaan. Di Mansourah Massarah, ada tambahan bersih sekitar 3 juta ons. Sementara itu, Wadi Al Jaww memberikan kontribusi perdana sebesar 3,08 juta ons. Dua wilayah lain, yaitu Uruq 20/21 dan Umm As Salam, bersama-sama menambahkan sekitar 1,67 juta ons ke dalam perhitungan.

Kalau dilihat dari skalanya, ini bukan sekadar temuan biasa. Banyak yang bilang, ini salah satu penambahan sumber daya mineral terbesar yang pernah terjadi di Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir. Makanya, gaungnya cukup keras.

Di sisi lain, temuan ini jelas punya arti strategis yang dalam. Visi 2030 yang digaungkan Kerajaan memang punya misi jelas: mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas. Sektor pertambangan, khususnya emas, diharapkan bisa menjadi pilar industri ketiga yang kuat. Nah, lompatan dari Ma'aden ini seperti angin segar yang mempercepat laju diversifikasi ekonomi mereka.

Ke depan, rencananya sudah jelas. Ma'aden takkan berhenti di sini. Mereka berencana melanjutkan program pengeboran dan eksplorasi secara intensif di kawasan Arabian Shield sepanjang tahun 2026. Tujuannya satu, terus menggali dan memperluas cadangan, bukan cuma emas, tapi juga mineral-mineral berharga lainnya.

Jadi, ini baru awal. Perburuan harta karun di bawah tanah Arab tampaknya akan semakin seru.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar