Refly Harun Curiga Jadi Sasaran: Mobil Bareskrim Parkir di Depan Rumah hingga Aksi Teror di Jalan

- Rabu, 07 Januari 2026 | 16:20 WIB
Refly Harun Curiga Jadi Sasaran: Mobil Bareskrim Parkir di Depan Rumah hingga Aksi Teror di Jalan

Refly Harun, pakar hukum tata negara yang tak asing dengan kritik pedasnya, kembali bicara. Kali ini, dia mengungkap sejumlah kejadian yang membuatnya yakin menjadi sasaran. Menurutnya, ada beberapa momen yang terasa janggal dan mengganggu.

“Pernah ada mobil Bareskrim parkir di halaman rumah saya,” ujarnya. “Lebih tepatnya sih, mepet banget sama pagar. Waktu istri saya tanya, alasannya mereka ada kegiatan di KFC.”

Refly pun menyangsikan alasan itu. Baginya, logikanya tak masuk akal. “Lah, parkiran KFC kan luas. Kenapa harus parkir di tempat saya yang jaraknya 600 meter dan agak masuk ke dalam? Aneh, kan?”

Selain kejadian itu, dia juga merasakan hal serupa di jalan. Dua kali, saat melaju di malam hari, ada mobil di depannya yang sengaja melambat. “Jalanannya pelan sekali,” kenang Refly.

Dia langsung berbisik pada stafnya yang menyetir. “Saya bilang, jangan diklakson, jangan didahului. Biarin aja. Kita ikuti saja.”

Begitu mobil misterius itu belok kanan, Refly memilih belok kiri. Dia punya alasan sendiri untuk bersikap hati-hati. “Saya paham, kalau ini semacam teror di jalanan atau modus street justice, saya khawatir. Kalau kita klakson, dia bisa berhenti dan cari gara-gara untuk marah. Habis itu, urusannya bisa panjang.”

Di sisi lain, Refly menyampaikan harapannya kepada pihak berwajib. Suaranya terdapat sedikit getar. “Saya mohon kepada penegak hukum, kita semua ini warga negara. Punya kedudukan yang sama di mata hukum. Jangan diperlakukan seperti ini, dong…”

Ungkapannya ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah cuitan dari akun @regar_op0sisi menanggapi dengan nada sinis, “Mungkin anda sudah jadi DPO bung. @ReflyHZ”. Cuitan itu disertai tangkapan layar yang memperlihatkan unggahan video Refly.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar