Prabowo Sindir Pakar Podcast: Ngawur Itu!

- Senin, 05 Januari 2026 | 22:36 WIB
Prabowo Sindir Pakar Podcast: Ngawur Itu!

Di tengah acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang cukup menggelitik. Ia menyoroti sebuah fenomena yang marak belakangan ini: banyaknya pakar yang berbicara seenaknya di berbagai platform.

“Ada yang begini,” ujarnya, memulai sindirannya. “Di zaman teknologi sekarang ini ada media sosial, ya kan? Media sosial ini baik, tapi kadang-kadang juga ada bahayanya.”

Menurut Prabowo, kemudahan akses itu justru memunculkan masalah baru. Dengan menjamurnya podcast dan kanal media sosial, tak sedikit orang yang dianggap pakar ternyata hanya asal bicara. Kritiknya ini disampaikan dengan nada yang cukup gamblang, di hadapan para hadirin.

Ia bahkan terlihat geli dengan klaim-klaim yang sering ia dengar. Ada saja pihak yang merasa selalu bisa menerka jalan pikirannya.

“Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikirannya Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast. Kira-kira apa yang sedang dipikirkan Prabowo?”

Lalu ia menyambung dengan celetukan khas, “Ngawur itu.”

Di sisi lain, pidato tersebut tidak hanya berisi kritik. Prabowo juga mengajak hadirin untuk fokus pada hal yang lebih substansial: pengelolaan kekayaan negeri. Ia menegaskan, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, sebuah fakta yang diakui oleh banyak analis geopolitik internasional.

Namun begitu, kekayaan saja tidak cukup. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada langkah selanjutnya.

“Sekarang masalahnya adalah bagaimana kekayaan ini kita jaga, kita kelola, agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya dengan penuh penekanan.

Poin ini, menurutnya, sejalan bukan hanya dengan analisis strategis, tetapi juga dengan inti ajaran berbagai agama dan kebijaksanaan para guru bangsa. Sebuah pekerjaan rumah besar yang menunggu untuk diselesaikan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar