Dino Patti Djalal tak sungkan bersuara. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu melayangkan kritik tajam kepada Kementerian Luar Negeri yang kini dipimpin Menlu Sugiono. Sasaran utamanya? Sikap Indonesia yang dinilainya terlalu "aman" dan bertele-tele dalam menanggapi serangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Menurut Dino, pernyataan resmi Kemlu tanggal 4 Januari lalu terasa sangat standar. Bahkan, kata dia, terkesan enggan menyebut nama Amerika Serikat secara gamblang sebagai aktor di balik serangan tersebut.
"Saya heran membaca pernyataan Kemlu RI re Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat," tulis Dino di akun X-nya, Senin (5/1/2026).
Pernyataannya berlanjut dengan nada bertanya. "Sejak kapan kita sungkan atau takut mengkritik kawan yang melakukan pelanggaran hukum internasional?"
Bagi diplomat senior ini, politik luar negeri Bebas Aktif seharusnya jadi pijakan untuk berani bersikap, bukan justru alasan untuk menjadi "nurut". Ia menegaskan, kemitraan dengan siapapun termasuk AS tidak boleh mengorbankan prinsip.
Artikel Terkait
Bonus Demografi atau Beban Masa Depan? Saat Satu Juta Sarjana Menganggur
Prabowo Sindir Pakar Ngarang di Podcast, Klaim Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Hanya Dua Menit di Dunia, Tapi Penentu Nasib Abadi
Invasi AS ke Venezuela: Presiden Berbahaya untuk Taiwan?