Tahun Baru 2026: Dentang Lonceng, Hening, dan Harapan di Tengah Luka

- Kamis, 01 Januari 2026 | 07:06 WIB
Tahun Baru 2026: Dentang Lonceng, Hening, dan Harapan di Tengah Luka

Detik-detik pergantian tahun selalu punya daya tariknya sendiri. Bagi banyak orang, momen itu ditunggu-tunggu. Biasanya, dentuman kembang api yang spektakuler jadi penanda resmi bahwa bab baru telah dimulai. Tapi tahun 2026 ini, ceritanya agak berbeda di beberapa tempat.

Ambil contoh Hong Kong. Di sana, pesta kembang api tahun baru batal total. Alasannya, sebuah tragedi kebakaran apartemen bulan November lalu yang merenggut 161 nyawa masih membekas di hati warga. Sebagai penggantinya, mereka mengadakan pertunjukan cahaya bertema 'Harapan Baru, Awal yang Baru' yang memancar dari gedung-gedung di distrik Central. Suasana hikmat lebih terasa ketimbang gegap gempita.

Sydney punya cerita lain. Meski kembang api tetap menyala sekitar 40.000 efek piroteknik membentang 7 kilometer di atas pelabuhan, lengkap dengan efek air terjun dari Harbour Bridge suasana hati publik agak berat. Penembakan tragis di Pantai Bondi yang menewaskan 15 orang dalam acara Yahudi masih segar dalam ingatan. Makanya, pengamanan diperketat.

Tak lupa, di tengah kemeriahan, ada satu menit hening untuk mengenang korban.

Lain lagi di Seoul. Ribuan orang memadati paviliun lonceng Bosingak, menanti dentingan lonceng perunggu yang dipukul 33 kali tepat di tengah malam. Bagi mereka, suara itu bukan sekadar tanda waktu. Lebih dari itu, sebuah keyakinan bahwa dentangan itu akan mengusir kesialan dan mengundang kedamaian serta kemakmuran untuk setahun ke depan.


Halaman:

Komentar