"Ndak-ndak, ndak banyak, Pak. Sekarang kayak ayam bertelur itu bisa tingkat gini. Jadi dia tiap hari bertelur," jelasnya sambil memberi isyarat dengan tangannya.
Rupanya, ini bukan ide baru baginya. Risma bercerita, solusi serupa pernah dia terapkan pasca-erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Konsepnya sederhana: buatkan peternakan mini yang bisa dipindah. Nanti, saat masa tanggap darurat selesai dan warga punya rumah lagi, seluruh unit itu bisa diboyong ke tempat tinggal mereka yang baru.
"Jadi warga yang kena bencana itu saya buatkan itu sambil di Semeru. Jadi nanti kalau huniannya sudah (beres) itu dipindah aja gak papa itu dipindah aja," papar Risma.
"Wong itu kandangnya kayak plastik gitu," tambahnya, merinci bahwa infrastrukturnya pun tak rumit.
Mendengar penjelasan yang gamblang itu, wajah-wajah warga mulai cerah. Mereka mengangguk, tanda setuju. "Bisa, bisa," sahut mereka penuh harap.
Risma tak berhenti di wacana. Dia langsung menunjuk tim di lapangan untuk merealisasikannya. "Ya nanti sama pak Yogi ya, saya bantu nanti. Untuk isi kesibukan, kan lumayan," tandasnya, merujuk pada jajaran DPC PDIP setempat yang akan dia minta mengurus pembangunannya.
Kunjungan itu pun berakhir. Namun, yang tertinggal bukan hanya bantuan barang. Tapi secercah ide untuk bangkit kembali, yang dirancang agar bisa mereka bawa pulang nanti.
Artikel Terkait
Irak Akhiri Puasa 40 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Bolivia
KPK Dalami Pembelian Rumah Tersangka Bupati Bekasi Nonaktif
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo