Pidie Jaya Tercekik: Air Bersih dan Rumah Warga Tersapu Banjir

- Selasa, 30 Desember 2025 | 12:54 WIB
Pidie Jaya Tercekik: Air Bersih dan Rumah Warga Tersapu Banjir

Wilayah Pidie Jaya masih berjuang bangkit dari amukan banjir dan tanah longsor. Bupati setempat, Sibral Malasyi, dengan nada prihatin menggambarkan betapa parahnya dampak bencana itu. Menurutnya, kerusakan infrastruktur air benar-benar jadi masalah utama.

"Kami di kabupaten Pidie Jaya kemarin berdampaknya hampir satu kabupaten," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Malasyi dalam rapat koordinasi pascabencana, Selasa (30/12) lalu. Rapat yang dipimpin beberapa pimpinan DPR itu juga dihadiri sejumlah menteri. Mulai dari Mendagri Tito Karnavian, MenPU Dody Hanggodo, hingga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Perwakilan dari BUMN seperti Telkomsel dan PLN juga hadir.

Di sisi lain, kerusakan tak cuma berhenti di situ. Malasyi menyebut setidaknya tujuh aliran air mengalami kerusakan serius. Belum lagi tujuh sungai lain yang juga bermasalah. Tapi yang paling mengkhawatirkan adalah hancurnya sistem penyediaan air bersih.

"Kami di Pidie Jaya, 3 WTP (water treatment plant) yang ada habis dibawa arus," tuturnya lagi.

Jadi, saat ini tak satu pun instalasi pengolahan air itu bisa berfungsi. Situasi ini tentu memperumit kondisi pengungsi yang sangat bergantung pada pasokan air bersih.

Tak kalah memilukan, fasilitas pendidikan dan ratusan rumah penduduk juga ikut menjadi korban. Saat ini, pemukiman warga masih tertimbun lumpur tebal. Malasyi bahkan ragu apakah pembersihan layak dilakukan, mengingat biayanya yang mungkin sangat besar.

"Lumpur yang ada saat ini memenuhi rumah, sampai ke plafon. Kalau memang kita mau membersihkannya, saya rasa lebih besar biayanya," jelasnya.

Pemandangan di Pidie Jaya kini suram. Lumpur di mana-mana, infrastruktur hancur, dan warga masih menunggu bantuan nyata untuk bisa kembali beraktivitas. Butuh waktu lama untuk pulih sepenuhnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar